Penelitian ini menganalisis cara berpikir penganut agama tentang toleransi beragama. Pemikiran toleransi ini sejak dulu sudah diteliti oleh berbagai Lembaga dan diprogramkan oleh pemerintah dan Lembaga-lembaga, namun masih tetap perlu dikaji mengingat masyarakat Indonesia memiliki potensi konflik dan intoleransi. Terdapat tiga hal dibahas di dalam tulisan ini. Pertama, konsep toleransi beragama menurut masyarakat perkotaan. Kedua, tindakan toleransi beragama sebagai bentuk sikap kehidupan. Ketiga, proses penalaran masyarakat perkotaan mengenai toleransi beragama. Konsep logika silogisme yang dikembangkan Aristoteles digunakan dalam penelitian ini sebagai metode deskriptif dengan analisis kualitatif. Temuan utama dalam tulisan artikel ini adanya konsep toleransi beragama dari masyarakat perkotaan. Konsep toleransi beragama itu terangkum dalam tiga nilai yaitu adil, bebas dan identitas. Masyarakat perkotaan memiliki proposisi atau pernyataaan tentang toleransi beragama yang dianggap benar menurut cara pandang dan pengalaman mereka. Terdapat tiga jenis proses penalaran adalah penalaran induktif, deduktif dan silogisme. Simpulan dari tulisan ini adalah masyarakat perkotaan memiliki pemikiran tentang toleransi beragama yang logis dan dijadikan dasar dalam Tindakan sosial kehidupan beragama.
Copyrights © 2023