Kemajuan perkembangan teknologi yang semakin pesat telah banyak memberikan kemudahan dalam kehidupan manusia. Namun, bagi oknum tertentu kemudahan ini dapat dimanfaatkan pada tindak modus kejahatan. Salah satu tindak kejahatan yaitu kejahatan child sexual exploitation and grooming. Fenomena ini bertentangan dengan persepsi masyarakat karena pelecehan seksual dapat terjadi meskipun anak berada di rumah dan tidak ada interaksi fisik secara langsung dengan pelaku. Berdasarkan studi pendahuluan peneliti, para orangtua tidak menyadari bahwa identitas anak yang orangtua unggah ke media sosial dan kebebasan aktivitas anak di game online atau media sosial ternyata dapat mengundang para pelaku kejahatan seksual anak. Hal ini tentunya sangat mengkhawatirkan apabila banyak orangtua yang masih tidak memahami bahayanya child sexual exploitation and grooming di tengah era teknologi yang semakin maju. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan latar belakang terjadinya peningkatan fenomena child sexual exploitation and grooming yang terjadi di kalangan masyarakat. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif melalui pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data yaitu purposive sampling dan teknik analisis data menggunakan model Miles & Huberman. Hasil yang diperoleh yakni peningkatan kasus child sexual exploitation and grooming dilatarbelakangi oleh akses anak terhadap gadget dan internet yang sangat mudah, rata-rata anak tidak mendapatkan pendampingan yang cukup baik dari orang dewasa dalam aktivitasnya bersama gadget, dan sebagian besar orangtua termasuk anak-anak kurang memahami kerentanan ancaman kejahatan cyber di dunia maya sehingga para orangtua harus meningkatkan security awareness terhadap anak dan menerapkan pola asuh dengan perspektif perlindungan anak yang tepat.
Copyrights © 2023