Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan metabolik kronik yang tidak dapat disembuhkan, tapi dapat dikontrol dan dikendalikan angka kejadiannya. DM diakibatkan oleh ketidakadekuatan penggunaan insulin. Jumlah penderita DM yang meningkat dari tahun ke tahun menyebabkan tingginya angka morbiditas dan mortalitas karena kondisi hiperglikemia yang tidak terkontrol pada penderita DM menimbulkan komplikasi serius. Lansia merupakan kelompok yang sangat rentan dengan kondisi sakit yang dialami. Access to Diabetes Care adalah program pemerintah untuk mengendalikan kondisi pasien dengan DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas Access to Diabetes Care terhadap Pengendalian DM pada lansia. Metode: Desain studi menggunakan cross sectional dengan sampel lansia dari desa Jumerto, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Menggunakan teknik purposive sampling one group pre-test post-test design dengan jumlah sampel 20 lansia. Pengambilan data menggunakan checklist dan questioner untuk data demografi, riwayat kesehatan dan tingkat stress dan pengukuran gula darah menggunakan glucometer. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil: Terdapat selisih perbedaan antara gula darah awal dan akhir dapat dilihat pada nilai mean yang bernilai sebesar 31.95, dimana nilai tersebut bernilai positif yang artinya terdapat kecenderungan penurunan pada tekanan gula darah akhir. Kesimpulan: Lansia diharapkan tetap aktif mengikuti program Access to Diabetes Care agar DM bisa
Copyrights © 2023