Peningkatan eksploitasi minyak bumi merupakan sumber utama pencemaran tanah dan air. Tanah yang tercemar hidrokarbon pada dasarnya telah mengandung mikroorganisme yang dapat memecah hidrokarbon. Akan tetapi proses biodegradasi hidrokarbon dengan metode in situ mengalami hambatan karena lahan tercemar yang luas dan kebutuhan nutrien yang tidak terpenuhi. Oleh sebab itu maka dikembangkan metode ex situ dengan memindahkan tanah tercemar ke laboratorium untuk diolah dengan metode slurry bioreaktor. Mikroorganisme yang digunakan dalam proses ini adalah bakteri aerob Rhodococcus erythropolis yang mampu menguraikan alkilbenzena, seperti o-xylena, toluene dan etilbenzena pada temperatur 25oC – 37oC. Proses degradasi dilakukan pada 3 bioreaktor berpengaduk untuk konsentrasi baktri 12,5%, 15,0% dan 17,5%. Monitoring populasi bakteri dilakukan setiap 2 hari untuk mengetahui fase hidup mikroorganisme. Analisis hidrokarbon dilakukan setiap 14 hari selama 8 minggu dengan metode gas chromatography (GC). Bioreaktor 17,5% Rhodococcus erythropolis memberikan persen degradasi paling baik yaitu 96,83%.
Copyrights © 2023