Myanmar atau Burma telah lama menjadi korban dari buruknya pemerintahan militer di masa lalu, di mana sebelumnya Militer pernah memegang kekuasaan lebih dari 50 Tahun lamanya. Setelah pemerintahan demokratis dipulihkan pada tahun 2011 pun Myanmar masih di bayang-bayangi oleh kekuasaan militer. Pada Februari 2021 Militer kembali melakukan kudeta dengan menangkap para petinggi pemerintahan Myanmar seperti Aung san Suu Kyi dan presiden Win Myint. tindakan kudeta militer tersebut tentu membuat rakyat Myanmar kembali mengingat kenangan buruk selama negara berada di bawah pemerintah militer, Rakyat yang tidak ingin kembali di kuasai oleh pemerintahan yang otoriter lantas serentak menyuarakan protes melalui demonstrasi untuk menentang kudeta tersebut yang selanjutnya di namakan oleh revolusi musim semi 22222. Penelitian ini menggunakan Konsep Gerakan Pembangkangan Sipil sebagai alat analisa, Untuk memperoleh data dan informasi penulis menggunakan metode library research dengan jenis kualitatif deskriptif.
Copyrights © 2022