Pembelajaran di sekolah dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan dan karakteristik mereka yang beragam, sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan. Bahan ajar sebagai media pembelajaran, memiliki beragam bentuk. Bentuk tersebut dapat berupa perangkat pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), modul, dan buku. Modul sebagai bagian bahan ajar, memiliki keunggulan dibanding bahan ajar lainnya. Keunggulan utamanya yakni modul dapat dugunakan secara mandiri oleh peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu dan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di SMP IT AT-TAQWA Surabaya, modul pembelajaran IPA yang memuat instruksi metakognisi dalam memecahkan masalah fisika, dan terintegrasi dengan karakter Profil Pelajar Pancasila peserta didik, perlu dikembangkan. Oleh karena itulah penelitian ini dirancang untuk mengembangkan media modul pembelajaran yang berbasis Berbasis Metakognisi Terintegrasi dengan Karakter Profil Pelajar Pancasila di SMP Islam Terpadu At-Taqwa Surabaya. Pengembangan yang digunakan mengacu pada model ADDIE dengan melewati proses perencanaan, uji materi oleh ahli materi, dan uji media oleh ahli media, revisi, produk diujicobakan pada peserta didik.Hasil penelitian ini adalah media modul pembelajaran dianyatakan layak untuk digunakan berdasarkan hasil validasi ahli materi sebesar 81% dengan kategori sangat layak dan ahli desain sebesar 86% dengan kategori sangat layak. Penilaian teman sejawat juga dilakukan dan mendapatan hasil 94% dengan kategori sangat layak. Sedangkan untuk uji coba kelompok kecil medapatkan hasil 85,4% dan uji coba kelompok besar sebesar 80,17 %. Maka berdasarkan hasil penelitian tesebut dinyatakan bahwa media Modul Pembelajaran Suhu dan Kalor Berbasis Metakognisi Terintegrasi dengan Karakter Profil Pelajar Pancasila di SMP Islam Terpadu At-Taqwa Surabaya dinyatakan sangat layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran.
Copyrights © 2023