Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan
Vol 6, No 3 (2022): Volume 6, No.3, Agustus 2022

Sejarah Umah Rabung Lime di Kota Takengon

Lisa Maharani (Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik)
Cut Dewi (Fakultas Teknik)
Laina Hilma Sari (Fakultas Teknik)



Article Info

Publish Date
18 Dec 2022

Abstract

AbstrakUmah Rabung Lime merupakan rumah tinggal yang memiliki atap berbentuk kerucut landai bersegi. Keberadaan Umah Rabung Lime di lansekap Kota Takengon menjadi perhatian khusus karena memiliki bentuk berbeda dengan rumah adat suku Gayo yang berbentuk panggung dan menggunakan atap pelana. Perbedaan tersebut menimbulkan beberapa pertanyaan menarik, salah satunya bagaimana sejarah Umah Rabung Lime dapat hadir dan menyebar. Penelitian ini adalah penelitian studi literatur dari tulisan ilmiah, arsip, dan sumber ilmiah lainnya yang bertujuan untuk menganalisis sejarah Umah Rabung Lime di Kota Takengon. Hasil penelitian menunjukkan Umah Rabung Lime merupakan bangunan dengan bentuk segilima yang dibangun oleh bangsa Belanda saat menduduki Kota Takengon. Bangunan tersebut  berfungsi sebagai pesanggrahan yang kemudian difungsikan sebagai rumah tinggal. Bentuk segilima yang unik dan dapat mencerminkan status sosial pemiliknya kemudian diadopsi dan diadaptasi oleh beberapa kalangan masyarakat bahkan setelah masa pendudukan berakhir. Hal ini menyebabkan Umah Rabung Lime banyak dibangun dan tersebar di lansekap Kota Takengon.  Kata kunci: Umah Rabung Lime, Kota Takengon, Studi Literatur The History of Umah Rabung Lime in Takengon CityAbstractUmah Rabung Lime is a residence with a sloping conical roof. The presence of Umah Rabung Lime in Takengon City's landscape is of particular concern because it differs from the traditional Gayo’s house, which is shaped like a stage and has a gable roof. These distinctions raise some intriguing questions, one of which is how Umah Rabung Lime came to exist and spread. This research is a literature review that uses scientific writings, archives, and other scientific sources to examine the history of Umah Rabung Lime in Takengon City. The findings revealed that Umah Rabung Lime was a pentagon-shaped building constructed by the Dutch during their occupation. The structure serves as a guesthouse before becoming a residence. Even after the occupation ended, some communities adopted and adapted the unique pentagon shape, which can reflect the social status of its owner. As a result, many Umah Rabung Lime are constructed and spread across the landscape of Takengon City.Keywords: Umah Rabung Lime, Takengon City, Literature Study

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

ArsitekturPWK

Publisher

Subject

Arts Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Engineering Environmental Science

Description

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan (JIMAP) is a peer-reviewed academic journal published by the Department of Architecture and Planning, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. The journal presents design, research and development in the field of ...