Jurnal Pendidikan Kristen dan Ilmu Teologi Marturia
Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Kristen dan Ilmu Teologi Marturia

Melihat Kembali Dinamika Kritik Agama Menurut Karl Marx

Valerian, Hizkia Fredo (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Jun 2021

Abstract

Abstract Marx’s critique of religion is a part of his ideological critique of society. In Marx’s view, religion as an integral part of society’s consciousness which must be rejected due to it offers a false consciousness. For Marx, religion is not helped humans to liberate themself from an oppressive situation otherwise it affirmed that. Therefore, Marx undoubtedly assumed religion will disappear along with the economic structure’s change. However, Marx’s assumption is never to be proved. Precisely religion still has an important effect on social life. Then the main question we could ask for now whether Marx’s critique will turn to be vain? This article will focus on how is Marx’s critique reinterpreted just like Jürgen Habermas’s did. Habermas is one of the thinkers who grew in Marxist tradition and then goes beyond it. Habermas preserves Marx’s Ideological critique in through different critical way. Habermas’s view here can explain how religion still become an important part of society, and he offers a critical paradigm in communication praxis too at the same time. Abstrak Kritik Marx terhadap agama adalah bagian dari kritik ideologinya terhadap masyarakat. Marx melihat bahwa agama sebagai bagian integral dari kesadaran masyarakat harus ditolak karena menawarkan kesadaran palsu. Bagi Marx, agama tidak membantu kehidupan manusia untuk keluar dari situasi penindasan, malah justru meneguhkannya. Oleh sebab itu, secara niscaya Marx melihat bahwa agama dengan sendirinya akan hilang seiring dengan perubahan struktur ekonomi. Namun anggapan tersebut tidak kunjung terbukti. Dalam kenyataan yang terjadi justru sebaliknya, bahwa agama memiliki pengaruh yang penting dalam kehidupan sosial. Lantas apakah kritik Marx tidak lagi berharga? Tulisan ini hendak melihat kembali bagaimana kritik Marx diinterpretasikan ulang. Salah satunya oleh Jürgen Habermas, pemikir yang tumbuh dari kalangan pemikir Marxis sekaligus melampauinya. Habermas mempertahankan kekuatan kritik Ideologi Marx meski dengan sentuhan yang kritis dan berbeda. Di sini pandangan Habermas dapat menjelaskan bagaimana agama menjadi bagian yang penting dalam masyarakat, dan di saat yang sama ia menawarkan paradigma kritis melalui praksis komunikasi.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

umum

Publisher

Subject

Religion Education

Description

Jurnal MARTURIA diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Kristen Marturia Yogyakarta secara berkala (bulan Juni dan Desember). Tujuan jurnal ini adalah untuk mempublikasikan karya-karya ilmiah di bidang disiplin teologi dan pendidikan agama Kristen baik dalam bentuk artikel maupun resensi buku. Semua ...