Pulau Polassi dan Pulau Tambolongan merupakan contoh kasus pulau-pulau kecil dan terluar di Indonesia, yang memiliki keindahan alam yang istimewa dikarenakan lokasi geografisnya yang terletak di segitiga terumbu karang dunia (coral triangle). Salah satu keistimewaan kedua pulau ini adalah kekayaan hayati yang sangat beraneka ragam. Beberapa habitat pesisir dan kelautan yang terdapat di kedua pulau tersebut adalah terumbu karang, padang lamun, hutan bakau dan pantai berpasir putih yang memiliki fungsi ekologis penting dan dapat memberikan manfaat demi kesejahteraan dan kesehatan masyarakat setempat. Namun, potensi ini terancam oleh berbagai macam kegiatan manusia yang merusak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu hal yang mempengaruhi hal ini adalah keterbatasan pengetahuan masyarakat akan pentingnya fungsi ekologis, yang ketika fungsi ini dimanfaatkan secara berkelanjutan maka akan berpengaruh pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat tersebut. Oleh karena itu, fokus dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dititikberatkan kepada kontribusi para dosen dan peneliti dalam memberikan materi mengenai biodiversitas setempat beserta fungsi ekologis dan cara pemanfaatannya yang berkelanjutan. Penyampaian materi ini dilaksanakan melalui pembuatan buku yang diterbitkan secara resmi dan memiliki ISBN, pengadaan buku tersebut kepada mitra, serta praktikum lapangan untuk para siswa-siswi SDI dan SMPN di kedua pulau tersebut. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian diseminasi program penelitian Blue Communities Indonesia (www.blue-communities.org). Kata kunci: biodiversitas, pemanfaatan berkelanjutan, edukasi masyarakat
Copyrights © 2023