Reportase investigasi termuat dalam film dokumenter Sexy Killers. Film tersebut mengungkap realitas mengenai penambangan batubara dan industri PLTU yang menyalahi aturan serta memberikan dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat setempat. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan unsur jurnalisme investigasi yang tertuang dalam film dokumenter Sexy Killer. Metode yang digunakan adalah analisis isi deskriptif kuantitatif dengan berpedoman pada teori elemen investigasi Steve Weinberg (1996). Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa secara keseluruhan film dokumenter Sexy Killers memuat unsur reportase investigasi 94%. Film dokumenter Sexy Killers menyajikan elemen jurnalisme investigasi, dengan rincian persentase subjek investigasi (hal merugikan, dan berdampak pada publik) 85%, hipotesis riset (membuktikan kebenaran ataupun kesalahan) 84%, sumber sekunder (penelusuran data yang telah dipublikasi melalui berbagai media) 68%, pikiran dokumentatif (penelusuran dokumen) 73%, narasumber (penelusuran orang) 87%, teknik riset (mengurai informasi yang belum banyak diketahui) 69%, mengorganisasi & menulis ulang (memiliki data dan informasi yang relevan) 66% dan berpikir wisdom (menampilkan sisi human interest) 71%. Berdasarkan penggolongan persentase tersebut mengartikan bahwa film dokumenter Sexy Killers merupakan film dokumenter investigasi yang sebagian besar dalam film tersebut memuat unsur jurnalisme investigasi.
Copyrights © 2023