Diabetes Melitus merupakan penyakit gangguan metabolik yang disebabkan oleh gagalnya organ pankreas dalam memproduksi hormon insulin secara memadai. Kebaruan dalam penelitian ini karena meneliti tentang evaluasi rasionalitas obat antidiabetes oral terhadap efektivitas terapi pasien diabetes melitus tipe II. Tujuan penelitian untuk menganalisis rasionalitas penggunaan obat dan mengevaluasi efektivitas terapi obat antidiabetes oral pasien diabetes mellitus tipe II. Metode penelitian deskriptif secara retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 97 sampel pasien diabetes melitus tipe II di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2022 laki-laki 46 pasien (47.4%) dan perempuan 51 pasien (52.6%) dengan 25 (25.8%) kasus pasien tanpa komplikasi dan 72 (74.2%) kasus pasien dengan komplikasi. Hasil rasionalitas terapi pasien diabetes melitus dengan tepat pasien 97 (100%), tepat indikasi 91 (93.8%), tepat obat 97 (100%), tepat dosis 97 (100%) dan tepat interval pemberian 97 (100%). Efektivitas terapi ADO dilihat dari hasil perbandingan bulan ke-1 (GDP 1) sampai bulan ke-3 dengan memperoleh nilai thitung sebesar 5,207. Hasil perbandingan bulan ke-1 (GD2JPP 1) sampai bulan ke-3 (GD2JPP 3) memperoleh nilai thitung sebesar 6,907. Hasil uji Paired Sample T- test baik untuk GDP maupun GD2JPP menunjukkan hasil yang signifikan (p0,05) pada bulan ke-3 hingga mencapai rata-rata 125,010 mg/dl. Kesimpulan bahwa terapi kombinasi ADO (biguanida + sulfonilurea) merupakan terapi yang paling sering digunakan pada pasien diabetes melitus tipe II di RSUD Dr. Moewardi Surakarta, dan terapi ini menunjukkan rasionalitas dan efektifitas yang tinggi dalam menurunkan kadar glukosa darah pasien pasca operasi tiga bulan pengobatan.
Copyrights © 2023