Selat Malaka merupakan alur laut yang sangat vital bagi proses perdagangan internasional, terutama dalam bidang ekspor-impor. China, sebagai salah satu negara yang sangat bergantung pada lintasan laut di Selat Malaka, menghadapi apa yang disebut Presiden China pada tahun 2003, Hu Jintao, sebagai "Dilema Malaka". Sebagai aktor utama dalam ekonomi politik global, China meluncurkan proyek besar, Belt and Road Initiatives, yang diperkenalkan oleh Presiden China Xi Jinping. Proyek ambisius ini bertujuan untuk merevitalisasi rute dagang sutra terkenal dari era pertengahan dan mengintegrasikan jalur perdagangan laut internasional yang akan mendukung ambisi ekonomi China di masa mendatang. Indonesia, sebuah negara berkembang dengan garis pantai terpanjang di Selat Malaka dan sebuah kekuatan ekonomi baru yang terus berkembang, menjadi penting bagi strategi China. Dalam konteks geopolitik, geoekonomi, dan geostrategi, Indonesia adalah negara unggulan di Asia Tenggara. Untuk menjaga keamanan di Selat Malaka, peran Indonesia dalam mega proyek BRI menjadi sangat penting dan membantu dalam mengatasi isu yang dihadapi China di Selat Malaka. Artikel ini berfokus pada analisis terhadap diplomasi ekonomi China terhadap Indonesia untuk mengatasi isu tersebut. Dengan menggunakan teori diplomasi Triangular, studi ini menggali pendekatan China pada tingkat negara-negara, negara-bisnis, dan bisnis-bisnis untuk mempererat hubungan dengan Indonesia. Metode Penelitian Kualitatif digunakan dalam artikel ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang upaya China dalam membangun relasi yang lebih erat dengan Indonesia.
Copyrights © 2023