Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah perkembangan, peranan Tari Kang Potro dalam melestarikan nilai-nilai budaya lokal di Desa Banyudono Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo, serta upaya masyarakat dalam melestarikan Tari Kang Potro sebagai produk budaya yang mencerminkan segala aspek kehidupan yang berada didalalmnya. Jenis penelitian studi kasus, Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif tiga komponen Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nama Tari Kang Potro secara historis berasal dari nama tokoh Potro Joyo-Potro Tholo, dua abdi pengikut Pangeran Bujangganom. Berangkat dari cerita inilah Tari Kang Potro diciptakan, dan mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Tarian ini tidak hanya berperan sebagai tontonan, namun juga menjadi sarana penyebaran informasi efektif untuk mendidik masyarakat melalui nilai-nilai budaya lokal yang terkandung di dalamnya. Upaya pelestarian Tari Kang Potro terus dilakukan oleh masyarakat maupun pemerintah, dengan cara mendirikan Sanggar Tari, mengikutkan tarian ini dalam event-event tertentu, dan mendokumentasikan dalam bentuk CD. Kata Kunci: Tari Kang Potro, Pelestarian, Nilai-Nilai Budaya.
Copyrights © 2014