Penelitian ini bertujuan agar mengetahui dan menganalisis suatu pendapatan tempat wisata di jakarta saat pandemik Covid-19. Dimana pemerintah Indonesia menyatakan pandemik Covid-19 pada akhir tahun 2019 yang mengharuskan para warga harus tetap di rumah apapun kegiatannya seperti: sekolah, kuliah, dan bekerja. Hampir seluruh bahkan sebagaian besar aspek pada kehidupan mengalami suatu perubahan salah satunya adalah tempat wisata yang mengalami penurunan pengunjung. Tempat wisata mengalami kesulitan dalam membiayai operasional dan mengalami kerugian yang cukup besar, sehingga pendapatan yang diperoleh menjadi lebih sedikit. Penelitian yang digunakan ini menggunakan pendekatan kualitatif analisis deskriptif. Teknik observasi yang dilakukan dengan terlibat secara langsung melalui pengamatan pengunjung yang melakukan kunjungan ke salah satu tempat wisata di Jakarta. Sebelum adanya pandemik, tercatat jumlah pengunjung tempat wisata di Jakarta terdapat sekitar 10.000 pengunjung di hari kerja dan sekitar 2.000.000 pada hari libur, namun setelah terjadinya pandemik jumlah pengunjung dibatasi menjadi 1.000 pengunjung setiap harinya untuk menghindari penyebaran virus. Tercatat hampir 80% tempat wisata di Jakarta ditutup karena pandemik. Pada saat itu tempat wisata gencar melakukan promosi melalui platform media online.
Copyrights © 2023