Daun teh (Camellia sinensis (L.) O.K.) merupakan salah satu bahan alam yang digunakan masyarakat untuk pengobatan tradisional sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sitotoksisitas, antiproliferatif, dan mekanisme terhadap p53 dan bcl-2  dari fraksi etanol infusa daun teh (Camellia sinensis (L.) O.K.). Daun teh yang diperoleh, diekstraksi dengan cara infundasi dan difraksinasi dengan pelarut etanol. Uji sitotoksisitas dilakukan dengan menginkubasi sel HeLa dengan kepadatan 2.104 dengan perlakuan ekstrak kadar 250 µg/mL; 125 µg/mL; 62,5; 31,25; 15,63; dan 7,81 µg/mL selama 24 jam. Uji antiproliferatif dilakukan dengan menghitung  jumlah sel hidup pada perlakuan sampel kadar 31,25; 15,63; 7,81; dan 3,91 µg/mL setelah diinkubasi pada jam ke-24, 48 dan 72. Uji imunositokimia dilakukan pada konsentrasi sebesar 24,45 µg/mL  dengan antibodi p53 dan bcl-2. Ekspresi p53 dan bcl-2  dibandingkan dengan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel fraksi etanol dari infusa daun teh (Camellia sinensis (L.) O.K.) bersifat sitotoksik terhadap sel HeLa dengan harga LCÂÂ50 sebesar 24, 45 µg/mL. Hasil uji doubling time diperoleh doubling time kontrol pelarut 74,11 µg/mL dan kontrol sel 78,22 µg/mL. Sedangkan pada perlakuan kadar 31,25; 15,63; 7,81; dan 3,91 µg/mL diperoleh harga slope yang negatif sehingga tidak diperoleh harga doubling time. Ekstrak tersebut dapat memacu ekspresi p53 dan menghambat ekspresi bcl-2 dibandingkan dengan kontrol.
Copyrights © 2011