Ketidakpastian berakhirnya masa pandemic mengharuskan kita untuk memulai Kembali beradaptasi dengan kondisi baru dimana kita diharuskan untuk melakukan social distancing dan selalu menggunakan masker. Pada pasca masa pandemic banyak mahasiswa yang mengalami gangguan pola makan dan stress sehingga mengalami masalah lambung yaitu gastritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dan tingkat stress dengan tingkat kekambuhan gastritis (studi di mahasiswi Universitas Negeri Semarang). Jenis penelitian ini adalah obsevasi deskriptif analitik menggunakan teknik purposive sampling dengan 110 responden mahasiswi Universitas Negeri Semarang. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswi Angkatan 2018-2019. Responden penelitian akan menjalani wawancara dan pengisian kuesioner terhadap pola makan menggunakan kuesioner Semi-FFQ, tingkat stress menggunakan kuesioner DASS 42 dan tingkat kekambuhan gastritis. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil uji chi-square menunjukan ada hubungan antara pola makan dan tingkat kekambuhan gastritis (p=0,000). Sedangkan ada hubungan tingkat stress dengan tingkat kekambuhan gastritis (p=0,001). Maka disimpulkan bahwa ada hubungan antara pola makan dan tingkat stress dengan tingkat kekambuhan gastritis pada pasca masa pandemic (studi di mahasiswi Universitas Negeri Semarang).
Copyrights © 2023