Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana wawancara klinis dapat mengatasi hambatan penalaran matematis siswa dalam penjumlahan pecahan denganpenyebut yang berbeda di SMP Pontianak. Subyek dipilih dengan menggunakan teknikpengambilan sampel nonprobality sampling yaitu dengan purposive sampling dengan subyek penelitian 6 siswa yang mengalami masalah dalam menyelesaikan masalahmatematika pada materi operasi penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbedadengan pre-test di bawah KKM yakni 70. Metode penelitian deskriptif lebih tepatnyarancangan penelitian seperti ini disebut penelitian deskriptif analitik berorientasi pemecahan masalah. Instrumen pengumpul data berupa tes tertulis dalam bentuk essaydan pedoman wawancara klinis. Data menunjukkan bahwa hambatan penalaran siswadalam operasi penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda sebelum diberikanwawancara klinis banyak mengalami kesalahan konsep, prosedur, dan perhitungan. Setelahdiberikan wawancara klinis menunjukkan siswa yang mengalami kesalahan konsep,prosedur, dan perhitungan dapat terminimalisir secara signifikan. Disarankan bagi paraguru di sekolah diharapkan dapat menerapkan wawancara klinis kepada siswa yang kurang mampu dalam hal belajar. Kata Kunci: Wawancara Klinis, Penalaran Matematis, Pecahan.
Copyrights © 2013