Permasalahan yang terjadi di Indonesia adalah masih terdapat perawat yang tidak melakukan pendokumentasian proses keperawatan dengan lengkap. Ketidaklengkapan tersebut dapat berdampak pada nilai hukum, komunikasi, pendidikan maupun penelitian. Dokumentasi asuhan keperawatan merupakan suatu kegiatan pencatatan, pelaporan atau merekam suatu kejadian, serta aktifitas yang dilakukan dalam bentuk pemberian pelayanan yang dianggap penting dan berharga (Dalami, 2011). Pendokumentasian dalam keperawatan mencakup informasi lengkap tentang status kesehatan pasien, kegiatan asuhan keperawatan serta respon pasien terhadap asuhan yang diterimanya (Nursalam, 2013). Asuhan keperawatan adalah suatu pendekatan untuk pemecahan masalah yang memampukan perawat untuk mengatur dan memberikan asuhan keperawatan. Standar asuhan yang tercantum dalam Standar Praktik Klinis Keperawatan (Proses Keperawatan/Nursing Process) terdiri dari lima fase asuhan keperawatan: 1) Pengkajian; 2) Diagnosa; 3) Perencanaan; 4) Implementasi;dan 5) Evaluasi. Salah satu manfaat dari penerapan asuhan keperawatan yang baik adalah meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan dalam bidang keperawatan (Kozier, 2010). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Berbasis Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia Berdasarkan Aspek Motivasi, Beban Kerja, Supervisi, Model Kepemimpinan Dan Organisasi, Fasilitas Layanan.Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasional dengan cross secsional. Populasinya adalah perawat di Ruang Melati RSUD Waluyo Jati Kraksaan dengan dengan menggunakan accidental sampling yang berjumlah 93 perawat. Analisa data dengan Spearman rank untuk mengetahui hubungan variabel dengan tingkat kemaknaan p ≤ 0,05.Hasil penelitian diperoleh ada hubungan beban kerja dengan pelaksanaan pendokumentasian dan tidak ada hubungan motivasi kerja, supervise, model kepemimpinan dan organisasi, fasilitas layanan dengan pelaksanaan pendokumentasian. Pelayanan asuhan keperawatan yang optimal akan terus menjadi tuntutan bagi organisasi pelayanan kesehatan. Saat ini terdapat suatu keinginan untuk mengubah sistem  pemberian  pelayanan  kesehatan  ke system desentralisasi. Peningkatan pendidikan bagi perawat diharapkan dapat memberikan arah terhadap pelayanan keperawatan yang sesuai dengan isu di masyarakat, model praktik keperawatan yang pantas diuji coba perlu dikembangkan.
Copyrights © 2023