Titik Suhartini
Departemen Manajemen Keperawatan Program Studi D3 Keperawatan Stikes hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo Jawa Timur Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Power Leadership Kepala Ruang Terhadap Motivasi Kerja Perawat Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Probolinggo Titik Suhartini
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 7, No 2 (2022): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v7i2.12642

Abstract

Objective: Good leadership in nursing services will lead to the emergence of quality nurse work motivation and patients get good service. Work motivation will have an effect on generating, directing and maintaining behavior related to the work environment. The purpose of this study was to analyze the relationship between the Head of Room's Power Leadership and Work Motivation of Inpatient Nurses  Methods: The design of this research is correlation research with cross sectional approach. The population in this study were all nurses in the inpatient hospital in Probolinggo Regency, there are 81 people and the number of samples is 68 people. Sampling technique Stratified Random Sampling. Collecting data using a questionnaire then the data is processed using SPSS using the Spearman rank test.Results: The results of the analysis of the leadership power of the head of the room are mostly still moderate, namely 39 people (57.4%) and the motivation of nurses is mostly moderate, namely 35 people (51.5%). The results of the analysis of the leadership of the head of the room with a work motivation of 0.000 (smaller than 0.05) then there is a significant linear relationship between the leadership variable of the head of the room and the work motivation of nurses.Conclusion: The head of the room can always maintain the leadership style that is carried out and always maintain communication with nurses so that good communication is always established and can continue to maintain nurses' work motivation.
Implementasi Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia Berdasarkan Aspek Motivasi Kerja, Beban Kerja, Supervisi, Model Kepemimpinan Dan Organisasi, Fasilitas Layananan Terhadap Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Titik Suhartini
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 8 No 2 (2023): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v8i2.18387

Abstract

Permasalahan yang terjadi di Indonesia adalah masih terdapat perawat yang tidak melakukan pendokumentasian proses keperawatan dengan lengkap. Ketidaklengkapan tersebut dapat berdampak pada nilai hukum, komunikasi, pendidikan maupun penelitian. Dokumentasi asuhan keperawatan merupakan suatu kegiatan pencatatan, pelaporan atau merekam suatu kejadian, serta aktifitas yang dilakukan dalam bentuk pemberian pelayanan yang dianggap penting dan berharga (Dalami, 2011). Pendokumentasian dalam keperawatan mencakup informasi lengkap tentang status kesehatan pasien, kegiatan asuhan keperawatan serta respon pasien terhadap asuhan yang diterimanya (Nursalam, 2013). Asuhan keperawatan adalah suatu pendekatan untuk pemecahan masalah yang memampukan perawat untuk mengatur dan memberikan asuhan keperawatan. Standar asuhan yang tercantum dalam Standar Praktik Klinis Keperawatan (Proses Keperawatan/Nursing Process) terdiri dari lima fase asuhan keperawatan: 1) Pengkajian; 2) Diagnosa; 3) Perencanaan; 4) Implementasi;dan 5) Evaluasi. Salah satu manfaat dari penerapan asuhan keperawatan yang baik adalah meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan dalam bidang keperawatan (Kozier, 2010). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Berbasis Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia Berdasarkan Aspek Motivasi, Beban Kerja, Supervisi, Model Kepemimpinan Dan Organisasi, Fasilitas Layanan.Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasional dengan cross secsional. Populasinya adalah perawat di Ruang Melati RSUD Waluyo Jati Kraksaan dengan dengan menggunakan accidental sampling yang berjumlah 93 perawat. Analisa data dengan Spearman rank untuk mengetahui hubungan variabel dengan tingkat kemaknaan p ≤ 0,05.Hasil penelitian diperoleh ada hubungan beban kerja dengan pelaksanaan pendokumentasian dan tidak ada hubungan motivasi kerja, supervise, model kepemimpinan dan organisasi, fasilitas layanan dengan pelaksanaan pendokumentasian. Pelayanan asuhan keperawatan yang optimal akan terus menjadi tuntutan bagi organisasi pelayanan kesehatan. Saat ini terdapat suatu keinginan untuk mengubah sistem   pemberian   pelayanan   kesehatan   ke system desentralisasi. Peningkatan pendidikan bagi perawat diharapkan dapat memberikan arah terhadap pelayanan keperawatan yang sesuai dengan isu di masyarakat, model praktik keperawatan yang pantas diuji coba perlu dikembangkan.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Mobilisasi Dini Pada Pasien Sectio Caesarea Di RSUD Besuki Subagio; Titik Suhartini
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 8 No 3 (2023): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v8i3.20165

Abstract

Mobilisasi adalah kemampuan individu untuk bergerak secara bebas, mudah dan teratur dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas mempertahankan kesehatannya. Sedangkan section caesarea upaya pembedahan dengan prosedur operasi guna melahirkan bayi dengan berat janin lebih dari 1000 gr atau umur kehamilan > 28 minggu. mobilisasi dini akan mempercepat penyembuhan pada pasien Sectio caesarea. Mobilisasi dini memerlukan dukungan keluarga  agar pasien section caesarea mempunyai motivasi untuk melakukannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan mobilisasi dini pada pasien sectio caesarea di RSUD Besuki.Metode penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pasien section caesarea di RSUD Besuki selama 7 bulan rata-rata sebanyak  30 responden dan sampel penelitian 30 responden dengan menggunakan accidental sampling. Penelitian dilaksanakan di RSUD Besuki pada tanggal 12 mei 2023 sampai 12 juni 2023. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dukungan keluarga dan lembar observasi mobilisasi dini. Untuk mengukur koesioner telah dilakukan uji validitas dan reabilitas. Selanjutnya dianalisi menggunakan uji Sperman Rank.Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar responden mempunyai dukungan keluarga mayoritas baik sebanyak 16 responden (53,3%) dan mobilisasi dini  cukup baik sebesar 15 responden (50%). Berdasarkan hasil uji statistic Spearman Rank ada hubungan dukungan keluarga dengan mobilisasi dini dengan p-value = 0,001 dengan tingkat signifikan 0,005 (p ≤ 0,005).            Dukungan keluarga memberikan motivasi, produktivitas dan meningkatkan kesehatan fisik dan psikologis sehingga meningkatkan kemampuan dalam melakukan mobilisasi. Saran yang diajukan yaitu diharapkan Rumah Sakit agar dapat meningkatkan manajemen nyeri dan mendorong keluarga untuk memberikan dukungan kepada pasien sectio caesarea untuk melakukan mobilisasi dini
Hubungan Motivasi Kerja Perawat Dengan Responsivitas Pelayanan Di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Dr. Haryoto Lumajang Dina Rakhmawati; Titik Suhartini
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 8 No 4 (2023): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v8i4.20235

Abstract

Motivasi diartikan sebagai kekuatan, dorongan, kebutuhan, semangat, tekanan atau mekanisme psikologis yang mendorong seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai prestasi tertentu sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Responsivitas atau ketanggapan adalah kemampuan dalam membantu dan memberikan pelayanan dengan cepat, tepat, dan waktu yang tepat kepada pengguna layanan, dengan menyampaikan informasi yang berkaitan dengan kebutuhan pelayanan yang jelas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan  Motivasi Kerja Perawat dengan Responsivitas Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit dr. Haryoto Lumajang.Responsiveness merupakan penilaian mutu yang paling dinamis. Hal ini dikarenakan penilaian setiap individu cenderung akan berbeda antara satu pasien dengan pasien lain terkait standar ketanggapan petugas Kesehatan dalam memberikan jasa pelayanan sesuai dengan prosedur. Daya tanggap merupakan persepsi pasien terhadap kemampuan dan kehandalan perawat untuk tanggap dan sigap terhadap berbagai hal termasuk keluhan maupun keperluan pasien (Supriyanto Ernawaty, 2010).Rumah Sakit dr Haryoto Lumajang adalah Rumah Sakit yang ada di kabupaten Lumajang dan dilengkapi dengan fasilitas pelayanan Instalasi Gawat darurat (IGD) dengan pelayanannya 24 jam untuk melayani masyarakat.  Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang pada tahun 2020 didapatkan hasil Indeks Kepuasan Masyarakat Lumajang terhadap pelayanan kesehatan yang ada di Kabupaten Lumajang sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, yaitu 85,6%, sedangakan standarnya adalah 85%. Akan tetapi masih ada beberapa keluhan yang masuk terkait pelayanan di RSUD dr Haryoto Lumajang, diantaranya tentang keterlambatan pelayanan.
Hubungan Penatalaksanaan Perawatan Paliatif dengan Kualitas Hidup Dian Ludfiani; Titik Suhartini
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 1 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective: Terminal illness is a condition where there is no hope for the patient to recover. Palliative measures can help terminal patients to maximally maintain physical, emotional, spiritual and social abilities caused by their illness as well as actions in an effort to achieve recovery, where the quality of life includes holistic aspects, namely physical health, psychological status, level of freedom, environment and social relations. The purpose of this study was to analyze the correlation between palliative care management and the quality of life of terminal patients in the ICU of RSUD dr. Haryoto Lumajang Methods: The research design used in this study is correlational analysis. The population of this study was terminal patients who were treated in the ICU at RSUD dr. Haryoto Lumajang with a monthly average. The sample in this study was terminal patients who were treated in the ICU of RSUD dr. Haryoto Lumajang taken by purposive sampling technique that reached 33 people. Data were collected using the FACIT-Pal questionnaire & IPOS questionnaire, and analysed using the Spearman Rank test. Results: The results of the study showed that the management of palliative care in the ICU of RSUD dr. Haryoto Lumajang showed quite good results (60.6%), and the quality of life of terminal patients in the ICU room of RSUD dr. Haryoto Lumajang showed quite good results (57.6%). The results of the analysis test using the SPSS with the Spearman Rank test obtained p = 0.004 with a significance level of 0.05 (p value = 0.004 ≤ 0.05), which means that there is a correlation between management of palliative care and quality of life of terminal patients in the ICU of RSUD dr. Haryoto Lumajang Conclusion: Based on the results of research showing that there was a correlation between palliative care management and the quality of life of terminal patients, nurses must improve palliative care services to achieve holistic well-being which includes physical, psychological, social and spiritual for terminal patients. The better palliative care provided the better the the quality of life of terminal patients
Hubungan Kepatuhan Penggunaan APD Dan Lama Kerja Dengan Gangguan Fungsi Paru Pada Karyawan PT.XYZ Pasuruan Bagian Logistik Wahyu Purnama Widi; Titik Suhartini
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 1 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective: Occupational lung disease is a disease that occurs due to inhalation of dangerous particles, mist, vapor or gas while a person is working. Ammonia, which is also a chemical substance, has dangerous effects on humans, one of which is inhalation of ammonia, which can cause acute lung injury and pulmonary edema and even death. Impaired lung function is not only caused by high dust levels, but several factors characteristic of the worker himself can also influence the condition of the lungs, such as age, smoking habits, history of lung disease, compliance with the use of of personal protective equipment (PPE), nutritional status, sports activity and length of work. Methods: This study aims to analyze the correlation between compliance with PPE use and length of work with lung function disorders in PT employees. XYZ Pasuruan logistics division. This study used a correlational analytic design retrospective cohort approach using observation sheets and MCU spirometry results and analyzed using SPSS software. Research location was PT. XYZ Pasuruan has 2 locations, namely the chemical logistics section with 12 employees and the ammonia terminal section with 12 employees. Results: The results of the analysis using a statistical regression test of compliance with PPE use and length of work with impaired lung function obtained a P value of 0.000, so it was concluded that there was a significant correlation between compliance with PPE use and length of work with impaired lung function. The results of other research show that there are variations in working hours, use of PPE and vital lung capacity among workers. From the statistical tests, the p value obtained for the correlation between working years and impaired vital lung capacity was 0.001 and the p value for the correlation between PPE use and impaired lung function was 0.000. Conclusion: This is in line with research conducted by PT. XYZ that there is a correlation between compliance with PPE use and length of work with significant lung function disorders.