Setiap perusahaan manufaktur ingin selalu meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi keinginan konsumen. Untuk meningkatkan kapasitas produksi, departemen produksi harus didukung oleh kondisi mesin yang baik. Proses produksi akan terganggu ketika kerusakan mesin terjadi pada waktu yang tak terduga, menyebabkan munculnya breakdown yang mengurangi waktu produksi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di perusahaan pengolahan susu bubuk, aktivitas pemeliharaan mesin yang dilakukan sering melebihi waktu yang dijadwalkan sehingga menyebabkan keterlambatan waktu produksi. Penelitian ini menggunakan konsep lean manufacture dan pembuatan value stream mapping untuk mengidentifikasi dan meminimasi waste pada saat aktivitas pemeliharaan mesin. Berdasarkan current state map diketahui beberapa aktivitas pemborosan yaitu menunggu, mencari, dan transport. Langkah perbaikannya adalah mengurangi aktivitas berlebih, management rack penyimpanan spare part, dan usulan letak workshop dekat area produksi. Pada future state map, beberapa langkah yang dibuat terbukti dapat menghilangkan keterlambatan waktu produksi sebesar 77 menit. Dari perbandingan current dan future VSM diketahui waktu pemeliharaan mesin efektive berkurang sebesar 6,9 % dan waktu lead time dari awal perbaikan mesin hingga perbaikan selesai dan mesin beroperasi berkurang sebesar 26,6 %.
Copyrights © 2017