Di dunia industri, mesin perkakas berperan dalam mendukung berhasilnya proses pemesinan, karena banyak perusahaan menggunakan mesin-mesin ini untuk pembuatan atau perbaikan komponen tertentu dalam suatu mesin. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatifdan teknik penelitianeksperimental, yaituteknik yang digunakanuntukmengujidenganmenambahkanbeberapa perlakuanvariasi, khususnya tebal sayatan (depth of cut)dan putaran spindle menggunakan analisa data ANOVA pada software minitab 16. Ringkasan hasil penelitian ini adalah adanya pengaruh tebal sayatan (depth of cut ) terhadap kekasaran permukaan, di jelaskan bahwa semakin dalam tebal sayatan (0,5 mm; 1 mm; 1,5 mm; 2 mm; 2,5 mm) maka semakin rendah nilai kekasaran permukaan. Dilihat dari hasilanalisavariansiuntuknilai(Fhitung = 17,30> F(0.05;1,28) = 4,20). Adanya pengaruhputaranspindle terhadap kekasaran permukaan, dilihat dari hasil penelitian dan analisa di jelaskan bahwasemakintinggiputaranspindle (rpm) 400, 600, 800 menghasilkannilai kekasaran semakin semakin rendah.Dan dilihat darihasilanalisavariansiuntuknilai(Fhitung = 17,30> F(0.05;1,28) = 4,20). Simpulan hasil penelitian ini, untuk mengetahui apakah ada pengaruh tebal sayatan (depth of cut) terhadap kekasaran permukaan. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh putaran spindle pada proses pemesinan kasar (roughing) terhadap kekasaran permukaan baja ST-37.
Copyrights © 2018