Pengolahan tempe bungkil mayoritas masih menggunakan proses secara manual. Proses pembuatan tempe bungkil yang memegang bagian penting sebagai penentu mutu tempe bungkil yaitu proses peragian ampas tahu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Hasil dari tempe bungkil juga ditentukan oleh jenis pengaduk yang digunakan yaitu model spiral dan model jari-jari. Setelah melakukan penelitian hasil analisa data dapat ditentukan maka untuk interpretasi mengenai hasil analisis sebagai berikut. Observasi ini untuk mengetahui bagaimana hasil perbandingan pengaduk ampas tahu dan ragi dengan pisau model spiral dengan pisau model jari-jari. Jika dilihat pada hasil observasi dan wawancara, tingkat efisiensi alat tercapai jika menggunakan pisau model spiral. Untuk karakteristik hasil pengadukan menghasilkan tempe bungkil yang bagus jika menggunakan pisau model spiral, sedangkan menggunakan pisau model jari-jari pengadukan masih kurang merata. Hasil analisis dan uji coba dari mesin pencampur ampas tahu dan ragi kapasitas 25 kg menjadi alat pengaduk yang efisien dan masih perlu dilakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut, untuk mengoptimalkan kinerja, kelengkapan komponen untuk digunakan pada industri.
Copyrights © 2021