Proyek konstruksi dalam pembangunannya memiliki risiko seperti kecelakaan kerja. Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, pada tahun 2020 jumlah kecelakaan kerja mencapai 221.740 kasus. Jumlah itu meningkat di tahun 2021 menjadi 234.370 kasus, dan terus meningkat pada tahun 2022 dimana sampai dengan November 2022 sudah terjadi kecelakaan kerja sebanyak 265.334 kasus. Untuk itu tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tahapan pekerjaan pondasi Borpile pada proyek Support Drilling and WHU Star Energy Geothermal Salak dan menganalisis potensi bahaya pada setiap tahapan pengerjaannya dengan menggunakan pendekatan HIRADC (Hazard Identification Risk Assesment and Determining Control). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses pengerjaan penggalian pondasi Borpile terdapat 6 faktor bahaya keselamatan dan kesehatan kerja dari sumber bahaya pemicu terjadinya risiko kecelakaan yaitu bahaya motion (gerakan) 24%, biologis 14%, chemical (kimia) 14%, gravitasi 20%, temperature 14%, dan bahaya radiasi 14%. Pada 9 tahapan pekerjaan terdapat 2 risiko kecelakaan kerja 32% tingkat acceptable yaitu hasil penilaian risiko sama dengan dengan level yang ditetapkan, dan 68% tingkat risk/unacceptable yaitu hasil penilaian risiko diatas level yang telah di tetapkan maka wajib dibuatkan pengendalian risiko.
Copyrights © 2023