Pencemaran amonia dalam air menjadi masalah bagi lingkungan. Masalah tersebut dapat diatasi dengan teknologi fitobiofilm. Penelitian ini menggunakan eceng gondok sebagai agen fitotreatment dan bioball sebagai agen bioremediasi pada teknologi fitobiofilm dalam mengolah air limbah domsetik untuk menurunkan kandungan amonia. Penelitian ini bertujuan untuk mentukan jumlah bioball yang efisien untuk digunakan pada proses fitobiofilm. Metode penelitian meliputi pengambulan sampel, pengujian awal, aklimatisasi, proses fitobiofilm, dan analisis kandungan amonia dengan metode Nessler menggunakan Spektrofotometer Uv-Vis. Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa kadar amonia pada air limbah domestik Perumahan Graha Surandar Permai, Kelurahan Pampang, Kota Makassar dapat turun dari 4,0847 ppm menjadi 0,2957 ppm (memenuhi standar baku mutu air berdasarkan PP Nomor 82 Tahun 2001 kadar amonia maksimal 0,5 ppm) menggunakan teknologi fitobiofilm yang paling efisien (92,76%) dengan mengontakkan 5 batang eceng gondok (32,50 g) dan 200 buah bioball kedalam 10 L air limbah domestik selama 24 jam.
Copyrights © 2023