Math anxiety is a feeling of panic, helplessness, stiffness, and bodily symptoms such as dizziness, stomach aches and mental disorders that come out from within individuals when they are asked to solve math problems. The purpose of this study is to describe the ability to solve polya math integrated problems for class VIII students of MTSS MIFTAHUL ULUM Kalisat Jember on the material of a two-variable linear equation system with high and low levels of math anxiety. The research was conducted by 21 students of class VIII MTSS MIFTAHUL ULUM Kalisat Jember. The method used is descriptive qualitative. The research instruments included: math anxiety questionnaire, integrated math questions, and interview guidelines. Integrated math questions are used to assess students' abilities in the process of solving problems. Interviews were conducted to look at the factors and reasons students made mistakes in the stage of solving math problems. The results of the study were that the integrated math problem-solving skills of MTSS Class VIII students with a high level of math anxiety were lower than the abilities of Class VIII MTSS students with low math anxiety levels.AbstrakKecemasan matematika yaitu rasa panik, tidak berdaya, kekakuan, dan gejala tubuh seperti pusing, sakit perut serta gangguan mental yang keluar dari dalam individu ketika mereka diminta untuk memecahkan masalah matematika. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah polya matematika terintegrasi siswa kelas VIII MTSS MIFTAHUL ULUM Kalisat Jember pada materi sistem persamaan linier dua variabel dengan tingkat math anxiety tinggi dan rendah. Penelitian dilakukan pada 21 siswa kelas VIII MTSS MIFTAHUL ULUM kalisat jember. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Instrumen penelitian ini antara lain: (1) angket math anxiety, yang dikembangkan oleh Mahmood dan Khatoon adaptasi dari Mathematics Anxiety Scale; (2) soal matematika terintegrasi, yang digunakan untuk menilai kemampuan siswa dalam proses menyelesaikan masalah.; dan (3) pedoman wawancara, untuk melihat faktor serta alasan siswa melakukan kesalahan dalam tahap menyelesaikan masalah matematika. Hasil dari penelitian yaitu Kemampuan pemecahan masalah matematika terintegrasi Siswa MTSS Kelas VIII dengan tingkat kecemasan matematika tinggi lebih rendah dari pada kemampuan Siswa MTSS Kelas VIII dengan tingkat kecemasan matematika rendah.
Copyrights © 2023