Bayi berat lahir rendah menjadi masalah yang terus berlanjut di kesehatan masyarakat. Bayi berat lahir rendah disebabkan oleh ibu hamil dengan status gizi buruk. Bayi dengan BBLR risiko kematiannya lebih besar dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan dengan BBLN. Survey awal yang dilakukan di beberapa praktik mandiri bidan yang berada di wilayah Kota Bengkulu BBLR berjumlah 30 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor apa saja yang berhubungan dengan BBLR di wilayah Kota Bengkulu. Jenis Penelitian ini merupakan survey analatik dengan pendekatan case control. Jumlah sampel yang diambil dengan perbandingan 1:2 dengan menggunakan teknik total sampling dan purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa variabel yang berhubungan dengan BBLR adalah anemia (p-value=0.040), OR (2.822), KEK (p-value=0.000), OR (10.286), dan yang tidak berhubungan adalah umur (p-value=0.121), dan paritas (p-value= 0.708). Faktor yang paling berpengaruh adalah KEK (p-value=0.000), OR (9,555). Tenaga kesehatan diharapkan mampu melakukan deteksi dini terhadap kadar Hb dan ukuran LILA pada calon ibu hamil yang akan memengaruhi kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR).
Copyrights © 2023