Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hasil klaster yang terbentuk dari analisis klaster K-Means dan Average Linkage serta mengetahui perbandingan hasil analisisnya dalam mengelompokkan Provinsi berdasarkan penerimaan sinyal telepon. Variabel yang digunakan diantaranya Rumah tangga yang memiliki/menguasai telepon tetap kabel, Penduduk usia 5 tahun ke atas yang memiliki telepon selular, Desa/Kelurahan yang menerima sinyal internet 3G/H/H+/EVDO dan 4G/LTE, Desa/Kelurahan yang menerima sinyal internet 2,5G/E/GPRS dan Desa/Kelurahan yang tidak menerima sinyal internet telepon seluler. Dari hasil analisis klaster dengan metode K-Means mengelompokkan Provinsi menjadi 4 klaster, sedangkan metode Average Linkage hanya 2 klaster. Silhouettecoefficient metode Average Linkage yaitu 0,53, nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan silhouettecoefficient metode K-Means yang hanya bernilai 0,41, sehingga dapat disimpulkan bahwa Average Linkage adalah metode terbaik untuk mengelompokkan Provinsi di Indonesia berdasarkan penerimaan sinyal telepon tahun 2020.
Copyrights © 2022