Aceh Utara merupakan salah satu kabupaten di Aceh yang memiliki cukup banyak lahan untuk sumber daya, terutama untuk dijadikan lahan pertanian. Lahan pertanian khususnya persawahan di Aceh bagian utara merupakan lokasi yang sering terjebak banjir yang di sebabkan karena meluapnya sungai. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan kawasan lahan pertanian rawan banjir di Aceh Utara berbasis Sistem Informasi Geografis dengan menggunakan metode multi atribut utility theory dan menghitung jarak terdekat antar kecamatan tahun 2020-2021 menggunakan algoritma dijkstra. Dalam penerapannya menggunakan tiga kriteria yaitu Curah Hujan, Struktur Tanah dan Kemiringan Lereng. Hasil pengelompokan wilayah lahan pertanian rawan banjir menggunakan metode ini dapat didigitalisasi menjadi sistem informasi geografis menggunakan Google Maps API. Dan kemudian Sistem ini akan menampilkan hasil atau informasi daerah- daerah yang di kelompokan kedalam tiga kategori lahan pertanian rawan banjir yaitu Tidak Rawan, Rawan dan Sangat Rawan. Pada tahun 2020 terdapat 13 kecamatan yang Tidak rawan, 9 Rawan dan 5 kecamatan yang Sangat Rawan, sedangkan pada tahun 2021 terdapat 14 kecamatan yang Tidak Rawan, 9 Rawan dan 4 kecamatan yang Sangat Rawan. Penelitian ini bertujuan untuk membantu Dinas Pertanian dan masyarakat dalam pengambilan kebijakan pada saat memantau kawasan pertanian yang rawan banjir untuk meminimalisir kerugian gagal panen yang di sebabkan oleh bencana banjir.
Copyrights © 2023