Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1). Mendeskripsikan budidaya kopi dengan dan tanpa perlakuan okulasi di Desa Bandar Jaya, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, 2). Menganalisis perbedaan produktivitas dan pendapatan usahatani kopi dengan dan tanpa perlakuan okulasi di Desa Bandar Jaya, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, 3). Menganalisis faktor-faktor produksi yang mempengaruhi produktivitas usahatani kopi dengan dan tanpa perlakuan okulasi di Desa Bandar Jaya, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam. Terdapat perbedaan dalam usahatani kopi dengan dan tanpa okulasi, dimana okulasi bibit kopi dilakukan dengan menghubungkan batang atas dan batang bawah menggunakan klon BP 308 sebagai batang bawah dan klon BP 393 sebagai batang atas sedangkan pembibitan kopi tanpa okulasi dilakukan dengan menabur biji kopi, kemudian produksi kopi dengan okulasi lebih banyak daripada kopi tanpa okulasi. Dan untuk faktor produksi kopi yang digunakan lebih banyak dengan okulasi dibandingkan kopi tanpa okulasi, hal ini dikarenakan jumlah produksi yang dihasilkan berbeda-beda dan menyesuaikan dengan kebutuhan. Rata-rata produktivitas total kopi okulasi (1.816 kg/ha/tahun) lebih tinggi (221,19 persen) dibandingkan tanpa okulasi (821 kg/ha/tahun). Ada selisih 995 kg/ha/tahun. Rata-rata total pendapatan usahatani kopi okulasi (Rp 33.134.244 per hektare per tahun) lebih tinggi (253,65 persen) dibandingkan rata-rata total pendapatan usahatani kopi tanpa okulasi (Rp 13.063.162 per hektare per tahun). Ada selisih Rp 20.071.082. Faktor produksi luas lahan dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kopi dengan dan tanpa okulasi. Sementara itu, pupuk urea hanya berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kopi dengan cara okulasi, herbisida hanya berpengaruh nyata terhadap produktivitas kopi tanpa okulasi
Copyrights © 2023