Saat ini dunia industri didorong untuk dapat melakukan inovasi keberlanjutan sebagai dampak dari upaya pembangunan berkelanjutan untuk berkontribusi pada keberlanjutan generasi mendatang Our Common Future dalam membentuk kesadaran lingkungan, ataupun memberikan dampak sosial dan manfaat ekonomi yang lebih baik. Hal ini juga berlaku pada usaha skala kecil dan menengah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wirausaha khususnya di negara berkembang secara umum pada inisiatif pencapaian keberlanjutan tidak memiliki perhatian yang lebih kuat seperti halnya yang ada di negara maju (misalnya, Jepang) karena dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya kerangka kelembagaan tingkat birokrasi dan peraturan pemerintah yang berbeda dengan negara maju. Sementara pada sisi organisasi, pendekatan proaktif usaha skala kecil dan menengah terkait keberlanjutan dengan bertindak mematuhi peraturan yang berlaku secara hukum dipandang sebagai keunggulan kompetitif strategis. Pada strategi manufaktur, disarankan untuk melakukan perubahan dengan menggunakan pendekatan inkremental karena memerlukan kerangka kerja komprehensif yang melibatkan karyawan untuk dapat fleksibel dalam proses lingkungan yang tidak pasti meskipun dalam praktiknya proses keberlanjutan yang tepat masih belum diketahui dengan jelas. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran integrasi stakeholder/pemangku kepentingan dalam inovasi berkelanjutan pada usaha skala kecil dan menengah di Kota Makassar.
Copyrights © 2021