Jurnal Manusia dan Lingkungan
Vol 22, No 3 (2015): November

OPTIMALISASI LAHAN USAHATANI BERBASIS KAKAO UNTUK PEMBANGUNAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DI DAS KRUENG SEULIMUM PROVINSI ACEH (Land Optimization of Cocoa Based on Farming for Agricultural Sustainable Development in Krueng Seulimum Watershed Aceh Province)

Halim Akbar (Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh, Jln. Kampus Unimal Cot Tgk Nie Reuleut, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara 24355.)
Kukuh Murtilaksono (Departemen Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680.)
Naik Sinukaban (Departemen Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680.)
Sitanala Arsyad (Departemen Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680.)



Article Info

Publish Date
05 Nov 2015

Abstract

ABSTRAKPerubahan penggunaan lahan di DAS Krueng Seulimum menjadi lahan pertanian tanpa penerapan agroteknologi telah menyebabkan tingginya erosi dan produktivitas lahan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik lahan dan agroteknologi yang diterapkan pada tanaman kakao, menganalisis alokasi lahan optimal untuk usahatani berbasis kakao dan agroteknologi yang cocok untuk mengurangi erosi dan meningkatkan pendapatan petani, dan merumuskan perencanaan usahatani berbasis kakao berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani berbasis kakao berkelanjutan dapat dicapai dengan penerapan agroteknologi pemupukan lengkap pada lereng 7%, pemupukan lengkap+pembuatan teras gulud dengan tanaman penguat teras pada lereng 14% dan pemupukan lengkap+pembuatan teras gulud dengan tanaman penguat teras + pemberian mulsa 6 ton.ha-1.thn-1 pada lereng 21% dapat mengendalikan erosi hingga lebih kecil dari erosi yang dapat ditoleransikan (ETol) dan memberikan pendapatan usahatani lebih besar dari kebutuhan untuk hidup layak (KHL). Tipe usahatani yang optimal di DAS Krueng Seulimum adalah tipe usahatani kakao+pisang (KPs) pada lahan 1,50 ha dengan menerapkan agroteknologi pemupukan+pembuatan teras gulud+tanaman penguat teras ditambah dengan pemberian mulsa 6 ton.ha-1.thn-1 dapat menekan erosi di bawah ETol (16,03-38,64 ton.ha-1.thn-1) dengan pendapatan optimum sebesar Rp 42,954,150 kk.thn-1. ABSTRACTLand use changes in the Krueng Seulimum watershed into agricultural land without application of suitable agro-technology have led to high erosion and low land productivity. This study aims to assess the characteristics of the land and agro-technology applied the cocoa crop, analyze the allocation of optimal land for cocoa farming and suitable agro-technology to reduce erosion and to increase farmers’ income and formulate cocoa based on sustainable farming plans. The results show that sustainable cocoa based farming can be achieved with the implementation of agro-technology with complete fertilizer at 7% slope, complete fertilizer plus making grass planted bund-terrace at 14% slope and making grass planted bund terrace plus mulching 6 ton.ha-1.year- at the 21% slope, to reduce erosion less than ETol and provide farming income bigger than the need for minim living standart (MLS). Cocoa farming type plus banana (KPs) in the Krueng Seulimum watershed on 1.5 ha land area by applying agro-technology bund terrace plus mulching 6 ton.ha-1.year-1 can suppress erosion under ETol (16.03 - 38.64 ton.ha-1.year-1) with optimum income of Rp 42,954,150 kk-1.year-1.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

JML

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Humanities Chemical Engineering, Chemistry & Bioengineering Environmental Science Social Sciences

Description

Jurnal Manusia dan Lingkungan is published by the Center for Environment Studies, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. The journal is focused to the relationship between people and its environment that are oriented for environmental problems solving. Jurnal Manusia dan Lingkungan receives ...