Wilayah Tapanuli Selatan memiliki pengetahuan lokal dalam berbagai bentuknya,termasuk bahasa pidato setiap hari di masyarakat. Bahasa pidato sudahtertanam dalam setiap masyarakat yang telah menjadi nilai-nilai kehidupan yangtidak bisa dilepaskan lagi, dan adalah fitur umum dalam perilaku kehidupanorang-orang ini. Munculnya kearifan lokal di masyarakat adalah hasil dari prosestrial and error dari berbagai pengetahuan empiris dan non-empiris atau estetikaatau intuitif. Pengetahuan lokal adalah menjelaskan fenomena tertentu yangbiasanya akan menjadi ciri khas dari kelompok masyarakat. kearifan lokal jugadapat diwujudkan dalam bentuk cerita rakyat dengan bahasa pidato yangditularkan dari generasi ke generasi atau antara kelompok. Frasa seperti "UlangTahun dipadohon Suharto teanan", "Godangan Huat bubuk batu mulia tu, tukembali Huat Jolo", "Puhut dohot padot, honok-honok gabe Miduk", suatubentuk kearifan lokal Tapanuli Selatan ditampilkan dengan bahasa pidato.Untuk rincian lebih lanjut, apa dan bagaimana arti bahasa bahasa-speech sebagaibentuk kearifan lokal di wilayah Tapanuli Selatan yang berkaitan denganpemberdayaan, jurnal mencoba untuk menjawab. Metode penelitian inimenggunakan analisis teks.
Copyrights © 2016