Ebers Papyrus
Vol. 19 No. 2 (2013): EBERS PAPYRUS

Defisiensi Vitamin D dan Terapinya

Idawati Karjadidjaja (Bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara)



Article Info

Publish Date
01 Dec 2013

Abstract

Defisiensi  vitamin D   mungkin  dianggap  tidak menjadi masalah  karena  Indonesia  terle­ tak di katulistiwa. Defisiensi vitamin D dianggap masalah di negara-negara  dengan letak geografis  yang terletak 35 o lintang Utara atau Selatan terutama di musim dingin ketika kemungkinan terpapar  matahari sedikit, sehingga  tidak terjadi sintesis vitamin D di kulit. Namun,  beberapa penelitian menunjukkan bahwa defisiensi vitamin D dapat juga te adi negara-negara  dengan matahari bersinar sepanjang tahun. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan tentang asupan dari makanan sumber vitamin D dan memakai pakaian yang tertutup. Dahulu defisiensi  vitamin D diketahui hanya  mengakibatkan masalah di tulang yaitu Rickets pada masa kanak-kanak  dan osteo osteomalacia  pada orang dewasa yang kelak akan menimbulkan masalah osteoporosis  di usia lanjut. Deasa ini defisiensi vitamin D juga berhubungan dengan insidens beberapa  penyakit seperti penyakit infeksi, diabe­ tes melitus, reumatoid artritis, hipertensi, penyakit  jantung dan pembuluh darah serta be­ berapa keganasan. Perlu diteliti apakah defisiensi vitamin D menjadi masalah di Indonesia dan perlu disebarluaskan cara pencegahan  yang mudah, karena matahari yang bersinar cukup banyak.

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

ebers_papyrus

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, ...