This Author published in this journals
All Journal Ebers Papyrus
Idawati Karjadidjaja
Bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Defisiensi Vitamin D dan Terapinya Idawati Karjadidjaja
Ebers Papyrus Vol. 19 No. 2 (2013): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Defisiensi  vitamin D   mungkin  dianggap  tidak menjadi masalah  karena  Indonesia  terle­ tak di katulistiwa. Defisiensi vitamin D dianggap masalah di negara-negara  dengan letak geografis  yang terletak 35 o lintang Utara atau Selatan terutama di musim dingin ketika kemungkinan terpapar  matahari sedikit, sehingga  tidak terjadi sintesis vitamin D di kulit. Namun,  beberapa penelitian menunjukkan bahwa defisiensi vitamin D dapat juga te adi negara-negara  dengan matahari bersinar sepanjang tahun. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan tentang asupan dari makanan sumber vitamin D dan memakai pakaian yang tertutup. Dahulu defisiensi  vitamin D diketahui hanya  mengakibatkan masalah di tulang yaitu Rickets pada masa kanak-kanak  dan osteo osteomalacia  pada orang dewasa yang kelak akan menimbulkan masalah osteoporosis  di usia lanjut. Deasa ini defisiensi vitamin D juga berhubungan dengan insidens beberapa  penyakit seperti penyakit infeksi, diabe­ tes melitus, reumatoid artritis, hipertensi, penyakit  jantung dan pembuluh darah serta be­ berapa keganasan. Perlu diteliti apakah defisiensi vitamin D menjadi masalah di Indonesia dan perlu disebarluaskan cara pencegahan  yang mudah, karena matahari yang bersinar cukup banyak.
Monosodium Glutamat dan Kesehatan Idawati Karjadidjaja
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 1 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Monosodium glutamat (MSG) yang di Indonesia dikenal sebagai penyedap makanan dengan nama vetsin adalah garam Natrium dari asam glutamat atau L glutamic acid (GLU). Asam glutamat merupakan asam amino yang dapat disintesis tubuh dan terdapat di bahan makanan sumber protein. Asam glutamat setelah diabsorbsi,  50 % akan dipakai oleh mukosa  usus halus sebagai sumber energi dan prekursor spesifik untuk biosintesis glutation, arginin, prolin di mukosa  usus halus, sehingga kadarnya dalam vena porta tidak akan meningkat. Asam glutamat  juga tidak menembus blood brain barrier dan plasenta. Apa yang disebut dengan Chinese restaurant syndrome (CSR) hanya suatu intoleransi terhadap MSG yang prevalensi mengenai    1 Yz  - 2 % populasi. Walaupun ada juga yang menyatakan bahaya serius akibat MSG seperti asma dan kelainan di susunan syaraf, the Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB) dan the Federal Drug Administration (FDA) telah menyatakan MSG sebagai food additive  yang  aman dikonsumsi dengan jumlah normal.
Hubungan Asam Lemak Trans Dengan Risiko Penyakit Jantung Dan Pembuluh Darah Idawati Karjadidjaja
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 2 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asam lemak trans adalah asam lemak yang terdapat pada minyak nabati yang mengalami hidrogenasi partial menjadi margarin  sehingga bentuknya  solid dan tidak mudah  tengik. Asam lemak trans juga terdapat pada makanan yang digoreng, biskuit, produk bakeri dan makanan seperti susu, daging hewan memamah biak. Konsumsi tinggi akan asam lemak trans menimbulkan kenaikan kadar kolesterollow density lipoprotein (LDL) dan menurun­ kan kolesterol high density lipoprotein (HDL). World health organization  (WHO) mereko­ mendasikan asupan asam lemak trans maksimal sebesar 1% dari total energi. Penelitian telah membuktikan asupan tinggi akan asam lemak trans berhubungan dengan peningka­ tan petanda inflamasi dan C reaktif protein.Asam lemak trans yang tinggi juga menurunkan flow mediated vasodilatation (FMD) dan berhubungan dengan peningkatan risiko myocard infarct. Belum diketahui dengan pasti asam lemak trans yang mana yang mengakibatkan peningkatan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
Alergi Makanan Idawati Karjadidjaja
Ebers Papyrus Vol. 13 No. 4 (2007): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alergi makanan dapat disebabkan oleh berbagai macam makanan baik dari hewani maupun nabati. Prevalensinya pada anak adalah 5% sedangkan pada dewasa 2 %, reaksi anafilaktik dilaporkan terjadi karena kacang-kacangan.  Makanan yang paling banyak menjadi penyebab adalah susu. telur, kacang tanah, ikan.  kerang dan kacang lainnya Buah dan sayuran juga dapat menjadi penyebab alergi. Manifestasi klinik paling banyak terJadi di kulit dan saluran nafas, manifestasi lain terjadi di saluran cerna dan kardiovaskuler. manifestasi berat mengakibatkan reaksi anafilaktik di mana terjadi hipotensi dan syok atau terjadi oedema laring. Dengan mengerti patogenesis alergi makanan dapat mencegah terulangnya reaksi alergi. Berbagai penatalaksanaan yang benartelah ditemukan dan dapat mengurangi frekuensi serangan. Caranya antara lain dengan menunda pemberian makanan penyebab alergi sampai usia bayi 1 tahun.  menghindari makanan penyebab bila telah diketahui, eliminasi makanan, food challenge, membaca label pada makanan jadi dan bila perlu membawa suntikan epinefrin untuk mengatasi reaksi anafilaktik