Mahasiswa kedokteran tidak lepas dari stress dalam kegiatan belajarnya. Salah satu dampak negatif dari stress adalah kurang tidur yang diakibatkan oleh gangguan tidur. Pada mahasiswa kedokteran penyebab utama dari sleep paralysis adalah kurang tidur. Tujuan penelitian ini untuk mengetauhi apakah terdapat hubungan antara kualitas tidur terhadap kejadian sleep paralysis pada Mahasiswa/i di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahun angkatan 2020-2021 sebanyak 124 responden diantaranya diperoleh 36 orang laki-laki dan 88 orang perempuan. Penelitian ini menekankan kepada metode analitik observasional dengan desain cross-sectional (potong lintang). Pengambilan data ini untuk kualitas tidur menggunakan kuisioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan untuk pengambilan data kuisioner sleep paralysis menggunakan kuesioner yang diambil dari penelitian sebelumnya/rujukan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian ini mahasiswa/i dengan kualitas tidur buruk menempati posisi dengan jumlah tertinggi sebanyak 99 (79,8%) responden, diikuti oleh mahasiswa/i dengan kualitas tidur baik sebanyak 25 (20,2%) responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari mahasiswa/i yang termasuk mengalami kejadian sleep paralysis menempati posisi dengan jumlah tertinggi yaitu sebanyak 95 (81,9%) responden, diikuti oleh mahasiswa/i yang tidak pernah mengalami kejadian sleep paralysis yaitu sebanyak 8 (100,0%) responden. Dari hasil diperoleh data yang didapatkan dilakukan analisis antara kualitas tidur dengan sleep paralysis menggunakan Chi-square Test dengan p-value = 0,000. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terhadapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kualitas tidur terhadap sleep paralysis.
Copyrights © 2022