Kumpulan manusia yang memiliki berbagai kesamaan serta diikat oleh aturan sosial agama disebut sebagai masyarakat. Meskipun individu dengan karakteristik yang berbeda-beda, kebutuhan dan tujuan yang beragam namun dapat bersama dalam ikatan masyarakat (baik masyarakat desa atau kota, masyarakat tradisional atau modern), yang terpenting adalah adanya rasa nyaman dari seluruh anggota masyarakat. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan kesadaran dari setiap individu untuk taat pada norma yang disepakati, terutama adalah keyakinan dan pengalaman terhadap keyakinan yang akan membentuk masyarakat. Keyakinan keEsaan Allah menjadi modal fitrah setiap manusia, yang akan diwujudkan dalam kegiatan ibadah serta perilaku moralitas berdasarkan agama Islam. Oleh karenanya, pembentukan masyarakat yang ideal melalui moralitas agama adalah cara yang tepat, karena sifatnya yang universal namun dapat dipahami secara logika bahwa moral merupakan sikap menghargai dan tidak merugikan orang lain serta bukti secara nyata dalam perilaku keberagamaan di kehidupan sehari-hari untuk kebaikan sesama manusia dan lingkungan.
Copyrights © 2017