Radikalisme dan terorisme bisa terjadi pada siapa saja, termasuk mahasiswa di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Semangat ke-bhineka-an menjadi cara yang dapat meng-counter radikalisme dan terorisme. Tulisan ini merupakan hasil dari pengabdian kepada masyarakat. Metode pengabdian menggunakan metode asset based community development (ABCD) yang mampu menumbuhkan pemahaman inklusif bagi mahasiswa. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukan bahwa mahasiswa menyadari dalam diri mereka terdapat benih-benih ke-bhineka-an dan mampu menguatkan kesadaran dan pemahaman inklusif. semangat ke-bhineka-an dapat menjadi counter terhadap radikalisme dan terorisme. Ini dibuktikan dengan pemahaman ke-bhineka-an yang diberikan pada saat seminar menjadikan mahasiswa mampu dan memiliki pemahaman inklusif atas berbagai perbedaan yang ada. Tulisan ini memberikan penguatan terhadap tulisan-tulisan yang ada sebelumnya, bahwa pemahaman ke-bhineka-an dapat menjadi media penghalang radikalisme dan terorisme untuk berkembang. Tulisan ini juga memberikan sumbangan konsep bahwa inklusifisme dapat dibangun dengan penanaman dan penguatan pemahaman ke-bhineka-an
Copyrights © 2023