HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Vol 3, No 2 (2022): Juni 2022

Ciri Khas Pengajaran Yesus dengan Metode Perumpamaan Berdasarkan Catatan Injil Sinoptik

Daniel Lindung Adiatma ((GS ID: bY-2I10AAAAJ) Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Ambon)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2022

Abstract

The Gospel writers confirmed the parable material and arranged it in historiography. The writers have a special motive in choosing parable material to support the main theme they set in their historiography. The tendency of the interpreter is to separate the material of the parable from the unity of the material. This has the potential to cause dissonance in the teachings of the parable. Research that ignores aspects of the final form of the book makes it difficult for the interpreter to find the theological value assigned. Although there have been allegorical interpretations that have developed since the early centuries, the model is not relevant enough to be used in a comprehensive hermeneutical context. This research was conducted by observing three important aspects. First, an analysis of the author's motives. Second, analyze the initial audience. Third, analysis of the expected response of readers. Thus, the interpreter can find the theological meaning of the biblical parable of Jesus and encourage the reader to take an attitude that is by the expectations of the author of the book. The Gospel writers used parables to confirm the theological meaning of their books.Para penulis Injil mengonfirmasi materi perumpamaan dan menyusunnya dalam sebuah historiografi. Para penulis telah memiliki motif khusus dalam memilih materi perumpamaan untuk mendukung tema utama yang mereka tetapkan dalam historigrafinya. Kecenderungan yang dilakukan oleh penafsir adalah memisahkan materi perumpamaan dari kesatuan materi. Hal ini berpotensi menimbulkan ketidakpaduan ajaran dari perumpamaan. Penelitian yang mengabaikan aspek bentuk akhir kitab menyulitkan penafsir menemukan nilai teologis yang ditetapkan. Meskipun telah muncul tafsir alegoris yang berkembang sejak abad permulaan, namun model itu tidak cukup relevan digunakan dalam konteks hermeneutik yang komprehensif. Penelitian ini dilakukan melalui pengamatan tiga aspek penting. Pertama, analisis motif penulis. Kedua, analisis pendengar mula-mula. Ketiga, analisis terhadap respons pembaca yang diharapkan. Dengan demikian, penafsir dapat menemukan makna teologis perumpamaan Yesus yang alkitabiah serta mendorong pembaca menentukan sikap yang sesuai dengan harapan penulis kitab. Para penulis Injil memanfaatkan perumpamaan untuk meneguhkan makna teologis dalam kitabnya.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

huperetes

Publisher

Subject

Religion Education

Description

HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen merupakan wadah publikasi penelitian dalam bidang Teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2716-0688 (online) dan 2716-4314 (print) yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Kalimantan dengan lingkup penelitian meliputi: Teologi ...