Reconciliation theology in soteriological doctrine is often understood conceptually, which fails to provide a deeper theological significance to Christian beliefs. As a result, Christians comprehend the concept of atonement through Christ but lack a profound understanding that can be applied to their religious behavior. The phrase "ho amnos tou theou" holds profound meaning in constructing atonement theology. However, this phrase is often grammatically examined to establish a theological concept that emphasizes dogmatic elements. This study describes the construction of atonement theology by analyzing the idiom "ho amnos tou theou" through grammatical and philosophical investigations. The findings reveal that the phrase not only provides Christological meaning but also imparts philosophical and practical significance. Christians who understand this idiom will respect God's reconciliatory work through the redemptive process of Christ and embody a peaceful life with others as a reflection of eternal peace.Teologi pendamaian dalam doktrin soteriologi sering dipahami secara konseptual. Pemahaman tersebut hanya tidak mampu memberikan makna teologis yang lebih mendalam terhadap keyakinan Kristen. Dampaknya, orang Kristen memahami tentang konsep pendamaian melalui Kristus, tetapi tidak mampu memahami secara mendalam sehingga mampu diterapkan dalam perilaku beragama mereka. Frasa “ho amnos tou theou” memiliki makna yang mendalam dalam mengonstruksi teologi pendamaian. Namun, frasa tersebut sering kali dikaji secara gramatika guna membangun konsep teologis yang menekankan pada unsur dogmatis. Penelitian ini mendeskripsikan konstruksi teologi pendamaian dengan menganalisis idiom “ho amnos tou theou” dengan penyelidikan unsur gramatika dan penyelidikan filosofis. Hasilnya, frasa tersebut tidak hanya sekadar memberikan makna kristologis, tetapi memberikan makna filosofis dan praktis. Orang Kristen yang memahami idiom tersebut akan menghormati upaya pendamaian yang dikerjakan Allah melalui prosesi penebusan Kristus serta mewujudkan kehidupan damai dengan sesama sebagai cerminan kehidupan damai di kekekalan.
Copyrights © 2023