Ketahanan pangan di Indonesia lebih diarahkan pada kebutuhan dasar yang terjangkau oleh masyarakat, dalam hal ini diantaranya adalah beras sebagai kebutuhan pokok masyarakat. Hama burung merupakan salah satu musuh utama bagi petani yang dapat menurunkan produksi tanaman. Meningkatnya populasi burung menyebabkan menurunya hasil panen. Pengendalian yang dilakukan para petani biasanya bersifat mekanis dengan mengunakan alat yang bisa digunakan untuk mengusir burung. Namun alat yang digunakan masih bersifat manual yang memerlukan tenaga dan cukup menyita waktu. Biasanya diberi orang orangan sawah dan juga pengusir bunyi dengan bahan seadanya, namun masih mendapatkan hasil yang belum efektif. Dengan adanya permasalahan tersebut ahirnya kita mendapatkan ide sebagai bahan permasalahan tersebut yang berjudul “Prototype sirine sebagai alat pengusir hama burung dengan tenaga panel surya berbasis sensor PIR & system IOT” menggunakan Arduino uno r3 sebagai pengontrolan. Alat ini diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi akibat adanya serangan burung pada saat menjelang musim panen.Instrumen alat yang digunakan dalam peran ini adalah Laptop atau handphone dan perangkat lunak seperti Arduino IDE dan Blynk (Sistem IoT). Hasil dari penelitian ini yaitu Frekuensi suara yang mampu mengusir hama burung berada pada rentang frekuensi 1 Khz - 2,5 KHz. Dengan frekuensi tersebut masih aman dalam pendengaran manusia, manusia sendiri bisa mendengarkan rentang suara frekuensi 20 Hz – 20.000Hz. Alat ini menggunakan catu daya yang memanfaatkan tenaga panel surya dan Aki. Metode yang akan digunakan ialah akustik yaitu menggunakan alat pembangkit sinyal suara yang dapat mengganggu sistem pendengaran burung sehingga burung terbang menjauh. Caranya adalah dengan di bunyikan sesaat, bukan bunyikan secara terus menerus.
Copyrights © 2023