Anemia gravidarum merupakan kondisi dimana kadar hemoglobin pada ibu hamil di bawah 11 gram/dL. Kondisi ini memungkinkan untuk terjadi diakibatkan oleh penyesuaian sistem tubuh yang terjadi selama kehamilan. Dalam kehamilan proses ini disebut hemodelusi yang puncaknya terjadi pada usia kehamilan 32 minggu. Anemia gravidarum berpotensi menyebabkan penyulit dan komplikasi yang terjadi baik dari kehamilan sampai denga masa nifas. Janin juga memiliki risiko untuk mengalami komplikasi karena kondisi ini. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui karakteristik ibu hamil yang mengalami anemia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kasus kontrol. Sampel pada penelitian ini 68 orang diambil dengan teknik total sampling. Kriteria inklusi diantaranya bersedia menjadi responden, ibu hamil dalam periode trimester I dan trimester II. Analisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi anemia gravidarum sebesar 47,05%. Umur, pendidikan dan jarak kehamilan memiliki hubungan yang signifikan dengan anemia gravidarum. Paritas, pekerjaan dan status gizi tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan anemia gravidarum.
Copyrights © 2023