Perubahan sosial menuntut penyesuaian dalam berbagai hal, termasuk dalam memahami konflik. Konflik sebagai fenomena titik singgung antara berbagai kepentingan. Pemberitaan di media massa pada dasarnya adalah cerminan realitas. Dalam konteks Indonesia, masih dapat ditemukan banyak pemberitaan tentang konflik baik konflik horizontal maupun konflik politis. Memasuki fase reformasi menandai bahwa sistem politik maupun sistem pers di Indonesia ada pada era yang lebih terbuka. Tapi di lain pihak era keterbukaan seperti ini tidak menjadikan sistem politik dan sistem pers yang lebih demokratis pula. Media massa yang mengangkat pemberitaan tentang konflik dan kekerasan yang pada masa Orde Baru tidak banyak nampak di permukaan justru menjadi hal yang sangat lumrah terjadi pada era reformasi saat ini. Media massa dapat berperan dalam menjembatani suara-suara masyarakat yang selama ini diabaikan oleh para elit politik. Jika komunikasi tersebut dapat diciptakan dengan kontribusi dari media massa, maka harapan terbentuknya tatanan politik yang demokratis lebih dapat diharapkan.
Copyrights © 2021