HIKMAH : Jurnal Dakwah dan Sosial
Volume 1, No.2, Oktober 2021

MILITANSI DAKWAH MUHAMMADIYAH DAN NAHDLATUL ULAMA (NU) DI MASA PANDEMI COVID-19

Bambang Saiful Ma'arif (Universitas Islam Bandung)



Article Info

Publish Date
22 Jul 2023

Abstract

This paper aims to see progressive values of Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama (NU) are implemented in da'wah. Al- Islam is understood contextually and substantively, while progressive is interpreted constructively. This study begins with an explanation of militancy meaning and implementation in da'wah by two Islamic organizations in Covid-19 era. This article discusses: 1) The meaning of militancy and the Islamic perspective on it, 2) Da'wah: its meaning and practice, and 3) The militancy of Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama da'wah during Covid-19. This article is an outcome of the 2021 research. The research finds that militancy is a progression to seek various opportunities, techniques and approaches in implementing Islam. In Covid-19 Pandemic era, da'wah militancy sparked in two Islamic organizations to seek breakthrough da’wah implementation in isolation. Da'wah conveys doctrine, displays Muslims action in doing good deeds. Syiar is maintained and expanded according to the structure and culture of Muahammadiyah and NU. Although militant ideology is often born fundamentalism and radicalism, but in COVID-19 pandemic era, these two organizations have not lost their da'wah innovation in spreading Islam intensely and increasing in frequency even though the quality feels stagnant. Da'wah billisan and bilhal Muhammadiyah and NU can still be felt by the congregation who split their jam'iyyah. Tulisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana nilai-nilai progresif Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) diimplementasikan dalam dakwah, sehingga membentuk dakwah yang progresif sebagai inti dari militan. Al-Islam dipahami secara kontekstual dan substantif, sedang progresif dimaknai secara konstruktif. Kajian ini diawali dengan paparan makna militansi dan implementasinya pada dakwah oleh kedua organisasi di era Covid-19. Secara rinci artikel ini membahas tentang: 1) Makna militansi dan perspektif Islam terhadapnya, 2) Dakwah: makna dan praksisnya, dan 3) Militansi dakwah Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama saat Covid-19. Artikel ini merupakan luaran penelitian 2021. Penelitian menemukan bahwa militansi adalah progresivitas untuk mencari berbagai peluang, teknik dan pendekatan dalam melaksanakan Islam. Di era pandemi covid-19 militansi dakwah berbinar pada dua organisasi Islam ini dalam mencari terobosan di tengah keterbatasan pelaksanaan dakwah Islam ditengah penyekatan. Dakwah menyampaikan ajaran, menampilkan tindakan Muslim dalam beramal shaleh. Syiar dipertahankan dan dimekarkan sesuai dengan struktur dan kultur Muahammadiyah dan NU. Meski paham militan seringkali menjadi basis bagi lahirnya fundamentalisme dan radikalisme, namun di tengah era pandemic covid-19 kedua organisasi ini tidak kehilangan inovasi dakwah dalam menyebarkan Islam dengan intens dan lebih meningkat frekuensinya meski secara kualitas terasa stagnan. Dakwah billisan dan bilhal Muhammadiyah dan NU tetap dapat dirasakan oleh jemaahnya yang memekarkan jam’iyyahnya.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

hikmah

Publisher

Subject

Religion Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

HIKMAH adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung yang memuat tentang hasil riset di bidang ilmu dakwah dan sosial. Tujuan jurnal ini adalah untuk memublikasikan dan menyebarluaskan tulisan-tulisan dalam bidang ilmu dakwah dan sosial yang dapat memberikan ...