Kajian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan bagaimana paradigma pendidikan Islam dalam serat Wulang Reh dan bagaimana kontribusi Sri Susuhunan Pakubuwana IV dalam diskursus paradigma pendidikan Islam melalui Serat Wulang Reh. Kajian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan menelaah buku-buku yang berkaitan dengan pokok-pokok permasalahan dari analisis literatur ini dihasilkan data yang dikehendaki untuk ditelaah secara mendalam. Sementara pendekatan yang penulis gunakan adalah kualitatif dengan menitikberatkan pada analisis terhadap data dskriptif yang berupa kata-kata tertulis yang tersaji di dalam buku-buku, artikel maupu dokumen-dokumen lainnya. Kesimpulan dalam skripsi ini adalah wajah paradigmatik pendidikan Islam yang digunakan oleh Sri Susuhunan Pakubuwana IV untuk meramu pendidikan ideal yang ditransformasikan kepada generasi penerus melalui karya sastra berjudul Sserat Wulangreh cenderung ke arah konservatisme dengan “aroma” perennialisme esensialisme salafi. Hal ini terlihat dari pandangan Sri Susuhunan Pakubuwan IV yang menitik beratkan pada nilai-nilai perennialisme yang terkandung di dalam alam pemikiran orang tua, ulama dan nenek moyang, sehingga generasi penerus wajib untuk menggali darinya. Sri Susuhunan Pakubuwana IV melalui serat Wulang Reh berkontribusi menghadirkann paradigma pendidikan Islam konservatif sebagai benteng penahan perang kultural dengan Belanda.
Copyrights © 2023