Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Universitas Halu Oleo
Vol 1, No 1 (2020): JAKK (Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan)

DETERMINAN PENUNGGAKAN PEMBAYARAN IURAN PESERTA BPJS KESEHATAN PBPU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEPO-LEPO KOTAKENDARITAHUN 2021

Elisabeth Yoseph Sukaria (Universitas Halu Oleo)
Suhadi Suhadi (Universitas Halu Oleo)
Rahman Rahman (Universitas Halu Oleo)



Article Info

Publish Date
01 May 2020

Abstract

AbstrakLatarBelakang:Aturan program BPJS untuk pembayaran premi diwajibkan paling lambat tanggal 10 setiap bulannya. Ketidakpatuhan peserta mandiri akan mempengaruhi pembayaran iuran peserta BPJS Kesehatan PBPU di Wilayah Kerja Pukesmas Lepo-Lepo Tahun 2021. Pada Tahun 2020 peserta PBPU terdapat 31.163 jiwa yang masihmenunggak pembayaran iuran BPJS Kesehatan di Kota Kendari. Salah satunya terdapat yang paling banyak di wilayah kerja puskesmas Lepo-Lepo berjumlah 5.588 jiwa.Tujuan:Untuk mengetahui determinan penunggakan pembayaran iuran peserta BPJS Kesehatan PBPU diWilayah Kerja Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari.Metode:Jenispenelitianinimenggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan rancanganCross Sectional(potong lintang) dengan menggunakan teknik pengambilanaccidental samplingyang berjumlahsebanyak 135 masyarakat. Uji statistik menggunakan uji Chi square.Hasil:Terdapat hubungan antara pekerjaan dengan penunggakan pembayaran iuran BPJS Kesehatan (pValue = 0.012< 0,05),terdapat hubungan antara penghasilan dengan penunggakan pembayaran iuran BPJS Kesehatan (pValue = 0.000< 0,05), tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan penunggakan pembayaran iuran BPJS Kesehatan (pValue = 0.700> 0,05),terdapat hubungan antarapersepsidengan penunggakan pembayaran iuran BPJS Kesehatan (pValue = 0.001< 0,05).Kesimpulan:Ada hubungan antara pekerjaan, penghasilan dan persepsi terhadap penunggakan pembayaran iuran BPJS Kesehatan,tidak ada hubungan antara pengetahuan terhadap penunggakan pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Sehingga,perlu meningkatkan kuantitas dan kualitas untuk sosialisasi peserta tentang hak dan kewajiban peserta mandiri.AbstractBackground:The deadline for premium payments under the BPJS scheme is the tenth day of every month. The payment of payments for BPJS Health PBPU perticipants in the Lepo-Lepo Health Center Work Area in 2021 would be impacted by the independent perticipants’noncompliance. In Kendari City, there are 31,163 PBPU participants who are still behind on their BPJS Health payments as of 2020. With 5,588 individuals, one of them is the largest in the Lepo-Lepo Health Center’s operational region.Objectives:Toidentify the factors that contribute to participant BPJS Health PBPU arrears in the working area of the Lepo-Lepo health Center, Kendari City.Methods:With a total of 135 participants thisort of study employs a quantitative methodology and a cross-sectionall design employing an incidental sampling technique. Chi square analysis is a statistical test.Results:There is a relationship between work and BPJS Health contribution payment arrears (p Value = 0.012<0.05), a relationship between income and BPJS Health contribution payment arrears (p Value = 0.000<0.05), a relationship between knowledge and BPJS Health contribution payment arrears (p Value = 0.700>0.05), and a relationship between perception and BPJS Health contribution payment arrears (p Value = 0.001<0.05).Conclusion:Although there is a correlation between employment,income, and the perception of BPJS Health contribution arrears. The quantity and quality of socialization of participants regarding the rights and obligations of independent participants must therefore beincreased.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

jakk-uho

Publisher

Subject

Public Health

Description

Artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan Unversitas Halu Oleo berasal dari penelitian dalam bidang Administrasi dan Kebijakan ...