Sejumlah peneltian menjelaskan bahwa aktivisme digital dapat terjadi di Twitter. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui jaringan dalam sebuah repertoar aktivisme digital pada tagar #PrayForKanjuruhan, dan mengetahui bagaimana repertoar aktivisme digital tersebut dapat terbentuk dan berkembang. Penelitian ini menggunakan metode Sosial Media Netwok Analytic, dengan melakukan crawling, analisis dan visualisasi menggunakan aplikasi Netlytic dan Gephi untuk selanjutnya dimaknai dalam sebuah konsep repertoar dan aktivisme digital. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa repertoar aktivisme digital pada tagar #PrayForKanjuruhan terbentuk melalui jaringan yang luas, menyebar, satu arah, dan terbagi kedalam cluster besar. Kemudian aktor yang membentuk jaringan repertoar tersebut tidak hanya terdiri dari akun media klub bola saja. Dengan kondisi jaringan tersebut, menyebabkan repertoar pada tagar #PrayForKanjuruhan dapat tersebar luas karena dapat digunakan atau digerakan oleh siapapun. Penggunaan kata “Pray” menyebabkan repertoar ini menarik kepedulian banyak orang. Kemudian repertoar aktivisme digital pada tagar #PrayForKanjuruhan berkembang dengan menghasilkan repertoar baru yang dihasilkan melalui perkembangan opini repertoar sebelumnya, sehingga repertoar pada tagar #PrayForKanjuruhan dapat bertahan lama di Twitter
Copyrights © 2023