Resusitasi adalah tindakan pertolongan pertama pada kasus kegawatdaruratan berupa tindakan menyegarkan kembali kesadaran seseorang yang tampak sudah mati, dengan cara pemberian napas buatan dan pemijatan jantung. Kematian terjadi biasanya karena ketidakmampuan masyarakat untuk menangani penderita pada fase gawat darurat. Oleh karena itu dubutuhkan orang-orang disekitar mampu melakukan tindakan penanganan RJPO sehingga masyarakat perlu memiliki sikap dan pengetahuan tentang RJPO. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan sikap dan pengetahuan tindakan RJPO pada anggota Badan Koordinasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) sebelum dan setelah pelatihan. Penelitian ini menggunakan pra-eksperimen dan jenis rancangan yang digunakan one group pretest-posttest, yang dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada 29 responden.Berdasarkan uji Wilcoxon sign rank test pada pengetahuan pretest dan posttest diperoleh p=0,000. Dari hasil tersebut nilai p value 0,05 yang berarti ada perbedaan bermakna terhadap variabel. Diketahui dari uji statistik yang digunakan sikap dan pengetahuan anggota BKPRMI setelah dilakukan pelatihan didapatkan berkategori baik. Pelatihan RJPO dapat meningkatkan sikap dan pengetahuan.
Copyrights © 2021