Saat ini, tingkat penguasaan literasi dan numerasi peserta didik khususnya pada level sekolah dasar tidak merata secara optimum. Salah satu penyebab utama yakni paparan teknologi yang mengganggu konsentrasi dan minat siswa untu belajar. Oleh karena itu, tidak lagi mengherankan bahwa masih banyak peserta didik pada jenjang Sekolah Dasar (SD) sangat lemah dalam aspek membaca maupun berhitung. Pengabdian yang dilakukan merupakan skema kemitraan masyarakat stimulus (PKMS) yang orientasinya melihat perkembangan mitra untuk tahap selanjutnya. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk mengetahui perubahan pada siswa setelah terdampak dengan IPTEK pembelajaran berbasis Blended Learning dengan pemanfaatan video dalam proses belajar yang bertemakan Merdeka Belajar. Pengabdian dilakukan di lokasi mitra PKMS yakni SD Negeri 200220 Ujung Padang yang berlangsung selama 4 bulan (Agustus-November 2022) dengan obyek utama merupakan seluruh peserta didik di Kelas V. Metode pengabdian meliputi sosialisasi dan pendamping IPTEK pembelajaran berbasis Blended Learning. Dari kegiatan PKMS diketahui bahwa salah satu penyebab siswa tidak maksimal dalam literasi maupun numerasi yakni sistem pembelajaran yang membosankan dan integrasi terhadap kajian isu terkini yang sangat minim. Kemudian, terdapat peningkatan terhadap aspek Literasi sampai 8.46% dan Numerasi sebesar 4.70% pada setiap minggu observasi. Selain itu, tingkat kenaikan prestasi peserta didik pasca pelaksanaan PKMS mencapai 27.38%. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan, disimpulkan bahwa peserta didik cenderung menyukai proses pembelajaran, terlibat dengan antusias dan guru merasa termotivasi dalam peningkatan sumber belajar bagi siswa khususnya dikelas V SD Negeri 200220 Ujung Padang
Copyrights © 2023