Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi yang berlokasi di Desa Candipuro telah mengolah daun kelor menjadi teh celup kelor dan produk ini dijadikan salah satu ikon dalam penanganan stunting di Lampung Selatan. Akan tetapi penjualan produk teh celup kelor mengalami penurunan sebesar 80-95% dalam tiga bulan terakhir. Berdasarkan analisis situasi dan permasalahan KWT, promosi teh celup kelor masih dilakukan secara terbatas. Selain itu, kemasan teh celup kelor belum memiliki label pangan yang lengkap. Oleh karena itu pada program pengabdian ini telah dilakukan edukasi label kemasan dan pelatihan digital marketing untuk memperluas promosi teh celup kelor. Tahapan kegiatan pengabdian ini yaitu sosialisasi, edukasi label kemasan terutama keharusan mencantumkan kandungan gizi, serta edukasi dan praktek tentang digital marketing serta praktek langsung marketplace yaitu shopee. Edukasi label kemasan dapat meningkatkan pengetahuan KWT Srikandi. Selain itu juga telah terbuat akun di shopee serta terupload produk teh celup kelor untuk dipasarkan secara online
Copyrights © 2023