Background: As the wife of the Governor of West Java, Netty Prasetiyani always included the issue of preventing and handling violence against women and children in every of her lectures, both when Netty was acting as head of the Family Welfare Development, Dekranasda, Mother of Early Childhood Education and others. Likewise, in informal meetings, she always makes this issue the main material in her discussions and it can be stated that Netty Prasetiyani made various attempts at persuasion so that the steps she had taken so far in terms of preventing and handling violence against women and children were carried out by the wife of the regional head. in urban districts, so that efforts to protect women and children in West Java are carried out massively, hand in hand between the provincial and regional governments. Issues related to women and children are often distant issues for authorized officials, so efforts at persuasion must be made so that everyone realizes that this issue is urgent and must be addressed immediately. Influencing policy is not an easy thing especially if you want the process to take place instantly. Purpose: To find out and analyze the persuasive communication strategy used by Netty in preventing and handling violence against women and children in West Java. Method: Qualitative with a case study approach, it can be seen the strategies used by Netty Prasetiyani in efforts to prevent and deal with violence against women and children in West Java. Result: The implementation of efforts to prevent and deal with violence against women and children in West Java and the establishment of cooperation in handling between the province, related parties and districts and cities. Conclusion: In general, Netty Prasetiyani is considered capable of communicating and getting the wives of regional heads involved in handling and preventing violence against women and children in their area. Pendahuluan: Sebagai istri Gubernur Jawa Barat Netty Prasetiyani selalu mamasukan isu pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam setiap ceramahnya, baik itu ketika Netty sedang bertindak sebagai ketua PKK, Dekranasda, Bunda paud dan lainnya. Begitupun dalam pertemuan-pertemuan informal ia selalu menjadikan isu ini sebagai bahan utama dalam setiap diskusinya dan dapat dinyatakan bahwa seorang Netty Prasetiyani melakukan berbagai upaya persuasi agar langkah selama ini ia lakukan dalam hal pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak dilaksanakan pula oleh istri kepala daerah di kabupaten kota, agar upaya perlindunagn perempuan dan anak di Jawa Barat dilakukan secara masif, bahu membahu antara pemerintah provinsi dan daerah. Isu terkait perempuan dan anak seringkali menjadi isu yang berjarak bagi para pejabat yang berwenang, sehingga harus dilakukan upaya-upaya persuasi agar semua orang menyadari bahwa isu ini urgent dan harus segera ditanggulangi. Mempengaruhi kebijakan bukanlah suatu hal yang mudah terlebih jika menghendaki prosesnya berlangsung secara instan. Tujuan: Untuk mengetahui dan menganalisis strategi komunikasi persuasi yang dilakukan oleh Netty dalam pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Barat. Metode: Kualitatif dengan zpendekatan studi kasus dapat diketahui strategi yang digunakan Netty Prasetiyani dalam upaya pencegahan dan penanganan kekersan terhadap perempuan dan anak di Jawa Barat. Hasil: Terselenggaranya upaya-upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Barat dan terbangunnya kerjasama penanganan antara provinsi, pihak-pihak terkait dan kabupaten kota. Simpulan: Netty Prasetiyani secara garis besar dianggap mampu mengkomunikasikan dan membuat beberapa istri kepala daerah terlibat dalam penanganan dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak didaerahnya.
Copyrights © 2022